PWNU Papua Minta Muktamar ke 34 NU Pertimbangkan Tren Omicron, Natal, dan Tahun Baru
Sabtu, 04 Desember 2021 - 19:12 WIB
loading...
A
A
A
Toni meyakini, sejumlah pengurus NU di wilayah yang lain juga memiliki tradisi yang sama. Tradisi menjaga rumah ibadah agama sahabat, tradisi anjangsana, termasuk bagaimana menjaga kenyamanan dan keamanan mereka ketika melaksanakan puncak malam Kudus, sudah sejak lama menjadi bagian dari ekspresi sikap toleran sesama anak bangsa.
Dia menambahkan, melihat tren gelombang ketiga Covid-19 dengan varian baru Omicron yang mulai dikonfirmasi penyebarannya di sejumlah negara, Toni berpendapat, penundaan Muktamar ke-34 NU sampai awal 2022 jauh lebih aman dan maslahat. “Sampai awal Januari 2022 nanti kita dan dunia kan menghadapi tren gelombang ketiga. Sahabat kita Nasrani yang punya event besar saja taat PPKM, kok masak kita enggak,” tandasnya.
Sebagai kader NU yang terbiasa hidup ditengah-tengah perbedaan, Toni berharap Muktamar ke-34 NU nanti juga bisa dihadiri oleh sahabat-sahabat dari tokoh perwakilan lintas agama. Ini menurutnya penting untuk meneguhkan jati diri NU sebagai ormas terbesar yang bisa diteladani dalam hal moderasi dan toleransi bergama.
Dia menambahkan, melihat tren gelombang ketiga Covid-19 dengan varian baru Omicron yang mulai dikonfirmasi penyebarannya di sejumlah negara, Toni berpendapat, penundaan Muktamar ke-34 NU sampai awal 2022 jauh lebih aman dan maslahat. “Sampai awal Januari 2022 nanti kita dan dunia kan menghadapi tren gelombang ketiga. Sahabat kita Nasrani yang punya event besar saja taat PPKM, kok masak kita enggak,” tandasnya.
Sebagai kader NU yang terbiasa hidup ditengah-tengah perbedaan, Toni berharap Muktamar ke-34 NU nanti juga bisa dihadiri oleh sahabat-sahabat dari tokoh perwakilan lintas agama. Ini menurutnya penting untuk meneguhkan jati diri NU sebagai ormas terbesar yang bisa diteladani dalam hal moderasi dan toleransi bergama.
(cip)
Lihat Juga :