Anggota DPR Termuda dan Cantik Ini Bersurat ke Jenderal TNI Dudung Minta Pengamanan, Ada Apa?

Kamis, 02 Desember 2021 - 18:45 WIB
loading...
Anggota DPR Termuda dan Cantik Ini Bersurat ke Jenderal TNI Dudung Minta Pengamanan, Ada Apa?
Anggota DPR RI termuda di periode 2019-2024, Hillary Brigitta Lasut. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Anggota DPR RI termuda di periode 2019-2024, Hillary Brigitta Lasut mengakui, dirinya meminta bantuan pengamanan dari TNI untuk kegiatan kesehariannya dan juga keluarganya. Permohonan bantuan itu ia sampaikan langsung kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurrachman.

Baca juga: Jenderal TNI Dudung Bilang Saya Akan Rekrut Santri Khusus Tafsir Al-Quran Jadi Prajurit TNI

"Banyak yang bertanya soal apakah benar saya meminta ajudan atau bantuan pengamanan dari TNI. Benar saya menyurat ke KSAD untuk memohon bantuan pengamanan sesuai dengan Permen Nomor 85 Tahun 2014," kata Brigitta melalui Instagram pribadinya @hillarybrigitta, dikutip Kamis (2/12/2021).

Baca juga: Pantau Aksi Reuni 212, Jenderal Dudung Minta Angkatan Darat Sayang dan Cinta Rakyat

Setelah mengetahui Permen ini, Brigitta melanjutkan, dirinya yang sudah lama mempertimbangkan bantuan pengamanan memilih TNI, karena secara fisik dan mental selalu siap untuk keadaan darurat.

Karena ia terlalu sering merepotkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo kalau terus meminta bantuan dari kepolisian. "Terkaitnya banyaknya kasus masyarakat di Sulut yang saya kawal, saya merasa lebih nyaman kali ini meminta bantuan TNI," ucap perempuan berparas cantik ini.



Soal alasannya, dia harus mengakui, bukan sesuatu yang mudah sebagai politikus perempuan yang berusia 20-an dan belum menikah. Sementara dunia politik ini sangat tidak bisa diprediksi. Apalagi, keharusannya untuk bertugas di luar, bertemu masyarakat hingga larut malam.

Belum lagi saat ia harus menyampaikan pendapat yang berbeda dengan sebagian golongan yang kuat, itu menimbulkan ancaman dan rasa khawatir.

"Keharusan untuk tugas luar, bertemu banyak orang dan bertemu masyarakat sampai larut malam, serta mengutarakan pendapat dan suara rakyat yang terkadang berbeda haluan dengan kepentingan sebagian golongan kuat, membuat ancaman dan rasa khawatir tidak terelakan," ungkapnya.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2331 seconds (11.97#12.26)