Zulhas Sesalkan Pancasila Jadi Sarana Memecah Belah

Rabu, 01 Desember 2021 - 21:25 WIB
loading...
Zulhas Sesalkan Pancasila Jadi Sarana Memecah Belah
Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Zulhas). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Visi berbangsa Indonesia adalah merdeka agar semua bisa bersatu, jadi salah satu prasarana demokrasi saat ini adalah pemilu. Hal ini dikatakan Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan ( Zulhas ).

Baca juga: 230 Purnapaskibraka Jakarta Ditetapkan sebagai Duta Pancasila

"Itu tujuannya yaitu, agar kita memperkuat persatuan, tetapi sekarang ini kan pilpres bisa memecah belah, jualannya suku, agama, kampret, cebong dan macam-macam," kata Zulhas secara virtual dalam diskusi Empat Pilar MPR RI yang bertajuk Memperkuat Wawasan Kebangsaan di Kalangan ASN di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Baca juga: Gagasan Kritis Pelajar Menggema di Olimpiade Pancasila Tingkat Nasional

Padahal kata Ketua Umum PAN ini, demokrasi itu adalah alat agar Indonesia memperkuat persatuan. "Dengan memperkuat persatuan itu, maka Indonesia bisa fokus membangun, sehingga bisa menuju negara yang berdaulat," ucapnya.

"Bisa melahirkan kesetaraan karena adanya keadilan di dalamnya. Kesetaraan dilahirkan oleh keadilan, keadilan dilahirkan oleh kedaulatan," sambungnya.



Dari kesetaraan itu, sambung dia, bisa diwujudkan apa yang menjadi cita-cita bangsa yang disusun dengan amat sempurna yakni Pancasila.

Sehingga, bangsa Indonesia patut bersyukur karena memiliki itu, karena tidak ada negara di dunia yang memiliki pegangan, landasan atau pondasi yang sangat kokoh itu.

Namun, mantan Menteri Kehutanan ini menyayangkan bahwa Pancasila ini hanya sekedar slogan, bahkan dijadikan sarana memecah belah bangsa oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Pancasila, wawasan kebangsaan hanya menjadi slogan kadang-kadang menjadi sarana untuk memecah-belah. Padahal, jelas Pancasila itu sarana untuk mempersatukan, saya ingatkan lagi, mempersatukan bukan jadi alat untuk memecah-belah, apalagi mengatakan aku Pancasila, kalian bukan Pancasila, itu berbahaya sekali," tandasnya.
(maf)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1701 seconds (10.101#12.26)