BNPT Perkuat Civil Society Tangkal Radikalisme dan Terorisme
Rabu, 01 Desember 2021 - 03:24 WIB
loading...
A
A
A
"Karena itu, penguatan civil society, khususnya di lingkungan akademik, perempuan, generasi muda, dan pengguna media sosial adalah penting untuk selalu dilakukan. Pasalnya radikalisme-terorisme adalah musuh bersama yang merupakan ancaman atas keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara," tegas Nurwahid melalui keterangan tertulis kepada KORAN SINDO di Jakarta, Selasa (30/11/2021) malam.
Mantan kepala bagian Banops Densus 88 Antiteror Mabes Polri ini membeberkan, salah satu cara melakukan kontra narasi terhadap paham, gerakan, dan kelompok radikalisme dan terorisme adalah membanjiri media sosial (medsos) dengan konten-konten kebangsaan dan nasionalisme. Selain itu, memperkuat dan menjalankan kearifan lokal pun menjadi hal yang utama.
Apalagi bagi BNPT, tutur Nurwahid, akar masalah terorisme dan radikalisme di setiap daerah tidak sama karena yang mengetahui persis adalah masyarakat di daerah masing-masing. "Formulasi Pancasila yang digodok oleh founding father bangsa ini adalah substansi yang digali dari nilai nilai agama dan budaya. Mengamalkan pancasila dengan benar adalah mengamalkan nilai Agama, dan itu perlu terus disemai di dunia akademik," ungkap Nurwahid.
Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat pada Direktorat Pencegahan BNPT Moch Chairil Anwar mengatakan, situasi pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) tidak mengurangi animo para peserta lomba tahun ini karena tahun ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Pada 2021, terkumpul 3.509 karya untuk lomba guru pelopor moderasi beragama, 3.654 karya untuk lomba microblog dan infografis, 1.073 karya untuk lomba video kreatif, dan 198 karya untuk karya tulis bunga rampai.
Pada 2021 juga, FKPT Jawa Timur mendapatkan anugerah rekor dari Museum Rekor Indonesia karena peserta yang mengikuti lomba guru pelopor moderasi beragama sebanyak 3.070 karya. "Ini menunjukkan bahwa baik guru maupun murid sangat bersemangat dalam menghasilkan karya yang positif, kegiatan lomba ini sangat baik dalam merangkul seluruh lapisan masyarakat dalam mengemas pesan damai. Lomba ini wajib dipertahankan dengan harapan agar kulitasnya semakin meningkat," ungkap Chairil.
Mantan kepala bagian Banops Densus 88 Antiteror Mabes Polri ini membeberkan, salah satu cara melakukan kontra narasi terhadap paham, gerakan, dan kelompok radikalisme dan terorisme adalah membanjiri media sosial (medsos) dengan konten-konten kebangsaan dan nasionalisme. Selain itu, memperkuat dan menjalankan kearifan lokal pun menjadi hal yang utama.
Apalagi bagi BNPT, tutur Nurwahid, akar masalah terorisme dan radikalisme di setiap daerah tidak sama karena yang mengetahui persis adalah masyarakat di daerah masing-masing. "Formulasi Pancasila yang digodok oleh founding father bangsa ini adalah substansi yang digali dari nilai nilai agama dan budaya. Mengamalkan pancasila dengan benar adalah mengamalkan nilai Agama, dan itu perlu terus disemai di dunia akademik," ungkap Nurwahid.
Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat pada Direktorat Pencegahan BNPT Moch Chairil Anwar mengatakan, situasi pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) tidak mengurangi animo para peserta lomba tahun ini karena tahun ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Pada 2021, terkumpul 3.509 karya untuk lomba guru pelopor moderasi beragama, 3.654 karya untuk lomba microblog dan infografis, 1.073 karya untuk lomba video kreatif, dan 198 karya untuk karya tulis bunga rampai.
Pada 2021 juga, FKPT Jawa Timur mendapatkan anugerah rekor dari Museum Rekor Indonesia karena peserta yang mengikuti lomba guru pelopor moderasi beragama sebanyak 3.070 karya. "Ini menunjukkan bahwa baik guru maupun murid sangat bersemangat dalam menghasilkan karya yang positif, kegiatan lomba ini sangat baik dalam merangkul seluruh lapisan masyarakat dalam mengemas pesan damai. Lomba ini wajib dipertahankan dengan harapan agar kulitasnya semakin meningkat," ungkap Chairil.
Lihat Juga :