PNS Digantikan Robot, Negara Wujudkan Efektivitas Birokrasi dan Menghemat Anggaran
Selasa, 30 November 2021 - 11:04 WIB
loading...
Presiden Jokowi berulangkali mewacanakan penggantian PNS dengan robot maupun teknologi untuk mewujudkan efektivitas birokrasi . Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berulangkali mewacanakan penggantian Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan robot maupun teknologi. Tidak hanya itu, Jokowi juga ingin agar birokrasi semakin sederhana dengan melakukan pemangkasan jabatan struktural eselon III dan IV sehingga hanya menyisakan eselon I dan II.
Wacana tersebut pertama kali disampaikan Jokowi pada 2019 lalu saat membuka Musrenbangnas. “Yang namanya eselon III dan IV sedang dikaji, dihitung untuk dipangkas. Mau diganti apa? Diganti yang sekarang sedang banyak dilakukan negara lain, juga baru memulai mereka. Diganti Artificial Intelligent (AI). Nanti dengan big data yang kita miliki, jaringan yang kita miliki memutuskan akan cepat sekali kalau kita pakai AI. Tidak bertele-tele, tidak muter-muter,” ungkapnya.
Penggantian PNS dengan teknologi sebenarnya sudah nampak dengan berbagai transformasi digital yang dilakukan pemerintah. Menurut Kepala Biro (Karo) Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Satya Pratama mengungkapkan pemerintah saat ini terus melakukan transformasi digital dalam pelayanan yang diberikan oleh manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). Dia menyebut hal ini sudah berjalan beberapa tahun ini.
Baca juga: Perombakan PNS ala Susi Pudjiastuti: Jumlah Dipangkas 40 Persen, Gaji Naik 4 Kali Lipat
Bahkan adanya pandemi Covid-19, kata dia, transformasi digital malah berjalan lebih cepat dari yang diharapkan. “Namun seiring dengan situasi yang tidak pasti dan kompleks plus pandemi Covid-19 maka transformasi tersebut dipercepat,” tuturnya.
Selain itu jumlah ASN saat ini di Indonesia terus menurun. Pasalnya jumlah ASN yang pensiun tidak sebanding dengan jumlah yang direkrut. Meski begitu, dengan transformasi penggunaan IT dan digitalisasi pelayanan publik maka diharapkan pelayanan publik atau masyarakat dapat terus berjalan dengan baik.
Baca juga: Tjahjo Blak-blakan Soal Pemangkasan Jabatan Eselon PNS
Wacana tersebut pertama kali disampaikan Jokowi pada 2019 lalu saat membuka Musrenbangnas. “Yang namanya eselon III dan IV sedang dikaji, dihitung untuk dipangkas. Mau diganti apa? Diganti yang sekarang sedang banyak dilakukan negara lain, juga baru memulai mereka. Diganti Artificial Intelligent (AI). Nanti dengan big data yang kita miliki, jaringan yang kita miliki memutuskan akan cepat sekali kalau kita pakai AI. Tidak bertele-tele, tidak muter-muter,” ungkapnya.
Penggantian PNS dengan teknologi sebenarnya sudah nampak dengan berbagai transformasi digital yang dilakukan pemerintah. Menurut Kepala Biro (Karo) Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Satya Pratama mengungkapkan pemerintah saat ini terus melakukan transformasi digital dalam pelayanan yang diberikan oleh manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). Dia menyebut hal ini sudah berjalan beberapa tahun ini.
Baca juga: Perombakan PNS ala Susi Pudjiastuti: Jumlah Dipangkas 40 Persen, Gaji Naik 4 Kali Lipat
Bahkan adanya pandemi Covid-19, kata dia, transformasi digital malah berjalan lebih cepat dari yang diharapkan. “Namun seiring dengan situasi yang tidak pasti dan kompleks plus pandemi Covid-19 maka transformasi tersebut dipercepat,” tuturnya.
Selain itu jumlah ASN saat ini di Indonesia terus menurun. Pasalnya jumlah ASN yang pensiun tidak sebanding dengan jumlah yang direkrut. Meski begitu, dengan transformasi penggunaan IT dan digitalisasi pelayanan publik maka diharapkan pelayanan publik atau masyarakat dapat terus berjalan dengan baik.
Baca juga: Tjahjo Blak-blakan Soal Pemangkasan Jabatan Eselon PNS
Lihat Juga :