KPK Usut Formula E, Bamsoet Sebut Kegiatan Otomotifnya Harus Tetap Berjalan
Minggu, 28 November 2021 - 13:49 WIB
loading...
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) angkat bicara ihwal kegiatan ajang balap mobil listrik atau Formula E di DKI Jakarta yang tengah diselidiki KPK. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) angkat bicara ihwal kegiatan ajang balap mobil listrik atau Formula E di DKI Jakarta yang tengah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, kegiatan ini harus tetap dijalankan.
Bamsoet berpendapat perbuatan pidana dengan kegiatan olahraga harus bisa dipisahkan. Dia mengatakan jika ada pihak-pihak atau orang nanti terbukti menyalahgunakan jabatan dan menimbulkan kerugian negara maka dia mempersilakan untuk diproses. Baca juga: Ini Penjelasan Bamsoet Soal Jokowi Tentukan Lokasi Formula E
"Tapi kegiatan olahraganya, kegiatan otomotifnya harus tetap dijalankan dan kita sukseskan dengan yang pertama, uang yang kita bayarkan tidak mungkin bisa kembali, itu artinya apa? Kita harus memanfaatkan apa yang sudah kita bayarkan ini di luar urusan hukumnya harus bermanfaat bagi kepentingan rakyat kita," ujar Bamsoet di Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (28/11/2021).
Mantan Ketua DPR ini pun menyinggung dampak daripada pagelaran World Super Bike (WSB) di Mandalika. Di mana, pertumbuhan ekonomi dalam sepakan tumbuh sekitar 5%. Bahkan, dampak ekonominya juga dirasakan ke sejumlah daerah lainnya, seperti Bali misalnya.
"Hotel-hotel penuh, penerbangan penuh, restauran penuh, rumah-rumah penduduk banyak yang ditinggali oleh para turis. Kemudian UMKM juga tumbuh dari penjualan merchendise souvenir-souvenir jadi harus dilihat dari sisi itu," jelas dia.
Bamsoet berpendapat perbuatan pidana dengan kegiatan olahraga harus bisa dipisahkan. Dia mengatakan jika ada pihak-pihak atau orang nanti terbukti menyalahgunakan jabatan dan menimbulkan kerugian negara maka dia mempersilakan untuk diproses. Baca juga: Ini Penjelasan Bamsoet Soal Jokowi Tentukan Lokasi Formula E
"Tapi kegiatan olahraganya, kegiatan otomotifnya harus tetap dijalankan dan kita sukseskan dengan yang pertama, uang yang kita bayarkan tidak mungkin bisa kembali, itu artinya apa? Kita harus memanfaatkan apa yang sudah kita bayarkan ini di luar urusan hukumnya harus bermanfaat bagi kepentingan rakyat kita," ujar Bamsoet di Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (28/11/2021).
Mantan Ketua DPR ini pun menyinggung dampak daripada pagelaran World Super Bike (WSB) di Mandalika. Di mana, pertumbuhan ekonomi dalam sepakan tumbuh sekitar 5%. Bahkan, dampak ekonominya juga dirasakan ke sejumlah daerah lainnya, seperti Bali misalnya.
"Hotel-hotel penuh, penerbangan penuh, restauran penuh, rumah-rumah penduduk banyak yang ditinggali oleh para turis. Kemudian UMKM juga tumbuh dari penjualan merchendise souvenir-souvenir jadi harus dilihat dari sisi itu," jelas dia.
Lihat Juga :