Ketua PBNU: Tak Ada Pilihan Lain Kecuali Laksanakan Perintah Rais Aam
Jum'at, 26 November 2021 - 19:26 WIB
loading...
A
A
A
Pada bagian akhir keterangannya, Umarsyah mengajak segenap pengurus NU, dari pusat, wilayah hingga cabang, untuk tenang dan segera bersiap. "Ini perintah Rais Aam. Semua pengurus wajib hukumnya menjaga marwah Rais Aam. Surat Perintah itu untuk dilaksanakan bukan untuk diperdebatkan apalagi dipertanyakan," tambah Umarsyah.
Baca juga: Gus Ipul Sebut Muktamar NU Digelar 17 Desember, Sesuai Perintah Rais Aam
Sebagaimana diberitakan, rapat antara Rais Aam, Katib Aam, Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal, tidak menghasilkan keputusan. Pada hari pertama rapat, Rabu (24/11/2021), usulan memajukan tanggal muktamar tidak mencapai kata sepakat.
Menurut Ketua PBNU Saifullah Yusuf, dalam rapat Sekjen Helmy Faishal Zaini meragukan soal kesiapan panitia, terlebih panitia lokal. Untuk memastikan soal kesiapan itu, rapat berusaha menghubungi Ketua Panitia Pengarah Prof Muhammad Nuh. Namun, Nuh sedang berada di Lampung. Sementara Ketua Panitia Pelaksana Imam Aziz, tidak dapat dihubungi. Sekjen Helmy lantas meminta rapat ditunda dan dilanjutkan keesokan harinya.
Kamis (25/11/2021) rapat dilanjutkan sesuai rencana setelah salat dzuhur. Tetapi karena ketua umum dan sekjen PBNU serta ketua panitia Muktamar tidak hadir, Gus Ipul mengatakan Rais Aam mengambil keputusan final terkait waktu pelaksanaan muktamar, yakni 17 Desember 2021. "Jadi, perintah Rais Aam ini tidak ujug-ujug. Tapi ada prosesnya," katanya.
Baca juga: Gus Ipul Sebut Muktamar NU Digelar 17 Desember, Sesuai Perintah Rais Aam
Sebagaimana diberitakan, rapat antara Rais Aam, Katib Aam, Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal, tidak menghasilkan keputusan. Pada hari pertama rapat, Rabu (24/11/2021), usulan memajukan tanggal muktamar tidak mencapai kata sepakat.
Menurut Ketua PBNU Saifullah Yusuf, dalam rapat Sekjen Helmy Faishal Zaini meragukan soal kesiapan panitia, terlebih panitia lokal. Untuk memastikan soal kesiapan itu, rapat berusaha menghubungi Ketua Panitia Pengarah Prof Muhammad Nuh. Namun, Nuh sedang berada di Lampung. Sementara Ketua Panitia Pelaksana Imam Aziz, tidak dapat dihubungi. Sekjen Helmy lantas meminta rapat ditunda dan dilanjutkan keesokan harinya.
Kamis (25/11/2021) rapat dilanjutkan sesuai rencana setelah salat dzuhur. Tetapi karena ketua umum dan sekjen PBNU serta ketua panitia Muktamar tidak hadir, Gus Ipul mengatakan Rais Aam mengambil keputusan final terkait waktu pelaksanaan muktamar, yakni 17 Desember 2021. "Jadi, perintah Rais Aam ini tidak ujug-ujug. Tapi ada prosesnya," katanya.
(muh)
Lihat Juga :