Hindari Polarisasi, Muktamar NU Butuh Calon Alternatif

Kamis, 25 November 2021 - 20:58 WIB
loading...
Hindari Polarisasi,...
Santri Muda Nahdlatul Ulama (SMNU) mengingatkan kepada seluruh pemilik suara untuk senantiasa menciptakan suasana sejuk menjelang Muktamar ke-34 NU di Lampung. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Santri Muda Nahdlatul Ulama (SMNU) mengingatkan kepada seluruh pemilik suara untuk senantiasa menciptakan suasana sejuk menjelang Muktamar ke-34 NU di Lampung. Para pemilik suara tidak perlu melakukan cara-cara di luar fatsun atau adab santri untuk memenangkan salah satu kandidat.

"Tidak perlulah kita melakukan cara-cara di luar fatsun atau adab santri, cara-cara politik atau ormas nonkeagamaan. Sebab pastilah akan merusak karomah NU, partai mana yang tidak akan mendekat dengan NU? Ya karena karomah NU. Jangan sampai mereka dekat dengan kita, malah kita ikut terbawa arus. Saya suka dengan kiai yang independen dan mandiri," kata Ketua PCNU Jakarta Pusat, Kiai Syaifuddin dalam diskusi daring bertema 'Muktamar NU, Menjaga Karomah NU, Kamis (25/11/2021).

Selain Kiai Syaifuddin, narasumber lainnya adalah Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta Kiai Husny Mubarok Amir, dan Ketua Lakpesdam NU DIY M Ainul Yaqin. Diskusi dipandu moderator Gus Mahbub Ubaedi Alwi, pegiat SMNU Jawa Barat sekaligus pengurus PB PMII.

Baca juga: NU Didorong Ciptakan Kemandirian di Bidang Ekonomi

Kiai Syaifuddin menjelaskan, pemimpin NU harus bisa menjadi role model bagi kalangan milennial, tapi tetap kharismatik.

M Ainul Yaqin menambahkan, karakteristik pemimpin yang baik adalah yang sudah selesai dengan dirinya sendiri, seperti KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Cucu Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari itu telah memberikan tauladan dari kesederhanaan di tengah pergerakan tiada batas.

"Dulu saya waktu mondok di Tambakberas, melihat Gus Dur datang pengajian naiknya mobil L300 yang mungkin tidak ada AC-nya, dan beliau beberapa kali saya melihat di acara yang lain, tampaknya tidak risau atau mempermasalahkan soal itu. Belum lagi bagaimana cara Gus Dur bersilaturahim," katanya.

Ketika disinggung kepemimpinan NU mendatang, Ainul Yaqin mengajak generasi muda tidak terbawa arus yang mencoba membenturkan para tokoh NU dari latar belakang organisasinya. "Untuk menghindari head to head yang berdampak pada besarnya polarisasi, mungkin perlu adanya mekanisme atau cara lain sehingga memunculkan calon alternatif," katanya.

Sementara Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta Kiai Husny Mubarok Amir yakin para kiai dan ulama memiliki pertimbangan matang terkait isu maju mundurnya Muktamar NU karena penerapan PPKM Level 3 selama libur Natal dan Tahun Baru yang bertepatan dengan jadwal Muktamar 23-25 Desember.

Baca juga: Surati PBNU, 9 Kiai Sepuh Minta Muktamar ke-34 Ditunda

"Baik maju atau mundur sama-sama memiliki tanggung jawab moral, para kiai dan pimpinan NU akan memutuskan pelaksanaan muktamar dengan mengedepankan kemaslahatan umat. Meskipun kalau kita simak dari media massa ada indikasi tidak menemukan kesepakatan, kalau boleh menerka bahwa pelaksanaan muktamar ini akan diundur. Saya melihat sendiri di Lampung, kepanitiaan lokal masih pembangunan dan persiapan-persiapan lain. Saya meyakini sebagai pengurus NU DKI dan sebagai panitia Muktamar bahwa akan diundur," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
Dari Ploso, Gus Ma’shum...
Dari Ploso, Gus Ma’shum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
Rekomendasi
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Berita Terkini
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved