Pengamat Nilai Kemhan Kooperatif dan Terbuka Soal Anggaran Pertahanan
Selasa, 23 November 2021 - 20:20 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Tinjau Pengembangan Radar CGI, Menhan Prabowo: Kebangkitan Bangsa Tergantung Teknologi
Dia mengatakan keterbukaan informasi yang sudah baik ini perlu ditingkatkan lagi dan perlu diikuti oleh kementerian lainnya. Dalam kesempatan itu, dia menyarankan masyarakat agar aktif memantau perkembangan di sektor pertahanan. “Memang di situ (Kemhan), kalau teman-teman mau lakukan penelitian, mereka membuka ya beberapa perencanaan strategis yang sifatnya lima tahunan dan satu tahunan. Dari situ kita bisa pelajari logika penyusunan, kenapa ada anggaran ini itu,” ujarnya.
Berdasarkan laporan Transparency International Indonesia (TII) dari 86 negara, Indonesia berada di peringkat ke-34 dari negara dengan risiko korupsi pertahanan dibandingkan dengan Selandia Baru di peringkat pertama dan Sudan di peringkat ke-86. Negara yang berada pada level yang sama adalah Rusia, Malaysia, Portugal, Yunani, Hungaria, Kenya, Kosovo, Albania, Argentina, Armenia, Bostwana, Serbia, Tunisia, Uganda, dan Ukraina.
Indeks tersebut diukur bukan dari tingkat korupsi, melainkan risiko terjadinya korupsi. Ada lima kategori yang menjadi tolok ukur, yaitu risiko politik, anggaran, personel, operasional, pengadaan, dan operasional tentara.
Dia mengatakan keterbukaan informasi yang sudah baik ini perlu ditingkatkan lagi dan perlu diikuti oleh kementerian lainnya. Dalam kesempatan itu, dia menyarankan masyarakat agar aktif memantau perkembangan di sektor pertahanan. “Memang di situ (Kemhan), kalau teman-teman mau lakukan penelitian, mereka membuka ya beberapa perencanaan strategis yang sifatnya lima tahunan dan satu tahunan. Dari situ kita bisa pelajari logika penyusunan, kenapa ada anggaran ini itu,” ujarnya.
Berdasarkan laporan Transparency International Indonesia (TII) dari 86 negara, Indonesia berada di peringkat ke-34 dari negara dengan risiko korupsi pertahanan dibandingkan dengan Selandia Baru di peringkat pertama dan Sudan di peringkat ke-86. Negara yang berada pada level yang sama adalah Rusia, Malaysia, Portugal, Yunani, Hungaria, Kenya, Kosovo, Albania, Argentina, Armenia, Bostwana, Serbia, Tunisia, Uganda, dan Ukraina.
Indeks tersebut diukur bukan dari tingkat korupsi, melainkan risiko terjadinya korupsi. Ada lima kategori yang menjadi tolok ukur, yaitu risiko politik, anggaran, personel, operasional, pengadaan, dan operasional tentara.
(cip)
Lihat Juga :