Cerita Mahfud MD saat Awal Pandemi Covid-19: Mau Beli Masker, Keduluan Korsel
Jum'at, 19 November 2021 - 08:13 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengenang masa awal pandemi Covid-19 di Indonesia. Foto/Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengenang masa awal pandemi Covid-19 di Indonesia. Saat itu, dia bahkan kesulitan untuk mendapatkan masker.
"Ketika Covid-19 ini sudah mulai masuk ke Indonesia, kita semua panik, karena masker tidak ada, waktu itu siapa yang mau beli masker, saya di Jakarta mau cari masker enggak ada, sudah dibeli orang, ditumpuk dan ditimbun," kata Mahfud dalam webinar Universitas Islam Indonesia (UII) dikutip pada Jumat (19/11/2021).
Selain itu, kata dia, produk lainnya yang dibutuhkan seperti desinfektan saat itu pun sulit didapatkan. Dia menilai masyarakat menjadi panik lantaran sulit mendapatkan barang-barang yang dibutuhkan untuk menghindari Covid-19.
Baca juga: Pemerintah Terbuka Dikritik, Mahfud MD: Manusia Pasti Punya Khilaf dan Salah
"Saya minta tolong ke TNI karena kebetulan sespri saya jenderal, 'tolong saya belikan masker buat anak saya di Surabaya'. Karena di sana enggak ada masker. Antre dari pagi sampai siang enggak kebagian. Disinfektan enggak ada, saya minta tolong dibelikan lalu dikirim," tuturnya.
"Ketika Covid-19 ini sudah mulai masuk ke Indonesia, kita semua panik, karena masker tidak ada, waktu itu siapa yang mau beli masker, saya di Jakarta mau cari masker enggak ada, sudah dibeli orang, ditumpuk dan ditimbun," kata Mahfud dalam webinar Universitas Islam Indonesia (UII) dikutip pada Jumat (19/11/2021).
Selain itu, kata dia, produk lainnya yang dibutuhkan seperti desinfektan saat itu pun sulit didapatkan. Dia menilai masyarakat menjadi panik lantaran sulit mendapatkan barang-barang yang dibutuhkan untuk menghindari Covid-19.
Baca juga: Pemerintah Terbuka Dikritik, Mahfud MD: Manusia Pasti Punya Khilaf dan Salah
"Saya minta tolong ke TNI karena kebetulan sespri saya jenderal, 'tolong saya belikan masker buat anak saya di Surabaya'. Karena di sana enggak ada masker. Antre dari pagi sampai siang enggak kebagian. Disinfektan enggak ada, saya minta tolong dibelikan lalu dikirim," tuturnya.
Lihat Juga :