Pemerintah Terbuka Dikritik, Mahfud MD: Manusia Pasti Punya Khilaf dan Salah
Kamis, 18 November 2021 - 18:37 WIB
loading...
Menko Polhukam Mahfud MD menjadi narasumber dalam acara Silaturrahmi Ulama, Umaro, TNI-Polri dan tokoh lintas agama yang digelar Jami’iyyah Ahlith THariqah al-Mu’tabarah an-Nahdiliyyah (Jatman), Kamis (18/11/2021). Foto/MPI/Riezky Maulana
A
A
A
JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD mengungkapkan bahwa kerja sama antara pemerintah dan ulama sangat penting untuk menjaga negara. Sehingga tugas-tugas diniyah, dalam arti menjaga kebebasan beribadah dan beragama serta tugas menjaga bangsa menjadi sinkron.
Hal itu dikatakan Mahfud saat menjadi narasumber dalam acara Silaturrahmi Ulama, Umaro, TNI-Polri dan tokoh lintas agama yang digelar Jami’iyyah Ahlith THariqah al- Mu’tabarah an-Nahdiliyyah (Jatman), Kamis (18/11/2021). Baca juga: Beri Ucapan Selamat Andika dan Dudung, Iwan Fals: Yang Blangsak Tabokin Aja
"Di sini menjadi terlihat betapa ulama, dan umaro, TNI, Polri, Kemenko Polhukam dan pemerintah pada umumnya bekerja sama dengan ulama menjadi penting. Karena ulama memberi bimbingan-bimbingan moral, baik kepada pemerintah maupun kepada rakyat," ujar Mahfud.
Dia menjelaskan dalam negara terdapat tiga unsur yaitu rakyat, pemerintah dan wilayah. Menurut dia, di tengah rakyat terdapat ulama yang menjembatani dan berperan dalam membimbing rakyat.
“Peran ulama menjembatani antara pemerintah dan rakyat yang kadangkala itu ada perbedaan, antara kebijakan dan tanggapan rakyat, ulama bisa menasihati pemerintah. Tapi juga juga bisa memberi nasihat pada rakyat,” jelas Mahfud.
Hal itu dikatakan Mahfud saat menjadi narasumber dalam acara Silaturrahmi Ulama, Umaro, TNI-Polri dan tokoh lintas agama yang digelar Jami’iyyah Ahlith THariqah al- Mu’tabarah an-Nahdiliyyah (Jatman), Kamis (18/11/2021). Baca juga: Beri Ucapan Selamat Andika dan Dudung, Iwan Fals: Yang Blangsak Tabokin Aja
"Di sini menjadi terlihat betapa ulama, dan umaro, TNI, Polri, Kemenko Polhukam dan pemerintah pada umumnya bekerja sama dengan ulama menjadi penting. Karena ulama memberi bimbingan-bimbingan moral, baik kepada pemerintah maupun kepada rakyat," ujar Mahfud.
Dia menjelaskan dalam negara terdapat tiga unsur yaitu rakyat, pemerintah dan wilayah. Menurut dia, di tengah rakyat terdapat ulama yang menjembatani dan berperan dalam membimbing rakyat.
“Peran ulama menjembatani antara pemerintah dan rakyat yang kadangkala itu ada perbedaan, antara kebijakan dan tanggapan rakyat, ulama bisa menasihati pemerintah. Tapi juga juga bisa memberi nasihat pada rakyat,” jelas Mahfud.
Lihat Juga :