Cegah Penularan Corona, PKB Minta Pilkada 2020 Gunakan e-Voting
Jum'at, 05 Juni 2020 - 21:19 WIB
loading...
A
A
A
"KPU perlu segera menyiapkan pola kampanye yang efektif. Karena kampanye door to door lebih efektif sesuai dengan protokol kesehatan yang ke depankan jaga jarak atau physical distancing dengan maksimal pertemuan 10 orang dan diupload ke sosial media akan lebih efektif dibandingkan pertemuan dengan jumlah banyak orang, dialog dari hati ke hati kerumah pemilih," jelasnya.
Jika wilayah tersebut merupakan zona hijau tetap saja protokol kesehatan ditegakkan. Penggunaan alat coblos sekali pakai kemungkinan perlu dipikirkan termasuk Alat Pelindung Diri (APD) bagi KPPS di lapangan.
Faktor keamanan kesehatan jadi yang paling utama dalam pelaksanaan Pilkada. Yanuar pun menyampaikan jika saja Pilkada bisa dilakukan melalui e-voting sebagai salah satu solusi dalam teknologi Pemilihan Umum.
"E-voting bisa dilakukan pada masa pendemi ini melihat protokol keamanan yang dilakukan perbankan mengenai pengiriman uang. Kenapa hanya sekedar coblosan tidak bisa dilakukan melalui digital. KPU masih ada waktu menyiapkan infrastruktur digital didaerah yang menjadi zona merah dibandingkan memaksa membuat TPS tapi tidak ada partisipasi pemilih. Atau justru mengorbankan petugas KPPS dilapangan terinfeksi virus Covid-19," tegasnya.
Jika wilayah tersebut merupakan zona hijau tetap saja protokol kesehatan ditegakkan. Penggunaan alat coblos sekali pakai kemungkinan perlu dipikirkan termasuk Alat Pelindung Diri (APD) bagi KPPS di lapangan.
Faktor keamanan kesehatan jadi yang paling utama dalam pelaksanaan Pilkada. Yanuar pun menyampaikan jika saja Pilkada bisa dilakukan melalui e-voting sebagai salah satu solusi dalam teknologi Pemilihan Umum.
"E-voting bisa dilakukan pada masa pendemi ini melihat protokol keamanan yang dilakukan perbankan mengenai pengiriman uang. Kenapa hanya sekedar coblosan tidak bisa dilakukan melalui digital. KPU masih ada waktu menyiapkan infrastruktur digital didaerah yang menjadi zona merah dibandingkan memaksa membuat TPS tapi tidak ada partisipasi pemilih. Atau justru mengorbankan petugas KPPS dilapangan terinfeksi virus Covid-19," tegasnya.
(maf)
Lihat Juga :