Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman Besok Dilantik Jokowi Jadi KSAD
Selasa, 16 November 2021 - 21:09 WIB
loading...
Letjen TNI Dudung Abdurachman akan dilantik menjadi KSAD oleh Presiden Jokowi, Rabu (17/11/2021). FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Jokowi dijadwalkan melantik Letjen TNI Dudung Abdurachman menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa.
Informasi pelantikan Letjen Dudung menjadi KSAD disampaikan oleh Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin. "Iya dilantik jadi KSAD," katanya dalam pesan singkat yang dikirim ke SINDOnews, Selasa (16/11/2021) malam.
Untuk diketahui, Dudung Abdurachman saat ini menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Alumnus Akmil 1988 ini diangkat sebagai Pangkostrad sejak 25 Mei 2021 setelah dinilai sukses mengemban amanah sebagai Panglima Kodam Jaya (Pangdam Jaya).
Baca juga: Jika Letjen Dudung Abdurachman KSAD, Siapa Pangkostrad?
Pada November 2020, nama Dudung sempat disorot karena aksinya mencopot baliho bergambar Rizieq Shihab, yang saat itu menjadi pemimpin Front Pembela Islam (FPI). Dia beralasan, aksinya tersebut sebagai tanda bahwa semua pihak harus taat terhadap hukum yang ada di Indonesia, termasuk dalam urusan pemasangan baliho. Di saat yang sama Dudung juga melontarkan wacana agar FPI dibubarkan.
Informasi pelantikan Letjen Dudung menjadi KSAD disampaikan oleh Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin. "Iya dilantik jadi KSAD," katanya dalam pesan singkat yang dikirim ke SINDOnews, Selasa (16/11/2021) malam.
Untuk diketahui, Dudung Abdurachman saat ini menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Alumnus Akmil 1988 ini diangkat sebagai Pangkostrad sejak 25 Mei 2021 setelah dinilai sukses mengemban amanah sebagai Panglima Kodam Jaya (Pangdam Jaya).
Baca juga: Jika Letjen Dudung Abdurachman KSAD, Siapa Pangkostrad?
Pada November 2020, nama Dudung sempat disorot karena aksinya mencopot baliho bergambar Rizieq Shihab, yang saat itu menjadi pemimpin Front Pembela Islam (FPI). Dia beralasan, aksinya tersebut sebagai tanda bahwa semua pihak harus taat terhadap hukum yang ada di Indonesia, termasuk dalam urusan pemasangan baliho. Di saat yang sama Dudung juga melontarkan wacana agar FPI dibubarkan.
Lihat Juga :