Anwar Abbas Minta Densus 88 Transparan soal Penangkapan Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat
Selasa, 16 November 2021 - 16:31 WIB
loading...
Wakil Ketua MUI Pusat Anwar Abbas meminta Densus 88 transparan mengenai penangkapan Ustaz Farid Okbah dan anggota Komisi Fatwa MUI Pusat Ahmad Zain An-Najah. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta Densus 88 Antiteror bersikap transparan mengenai penangkapan Ketua Umum PDRI Ustaz Farid Okbah dan anggota Komisi Fatwa MUI Pusat Ahmad Zain An-Najah, Selasa (16/11/2021) pagi tadi. Bila tidak, hal itu bisa berdampak buruk pada citra Presiden Jokowi .
"Betulkah Pak Jokowi yang memerintahkan penangkapan ini? Saya terus terang tidak yakin dan tidak percaya. Saya tidak yakin Presiden Jokowi akan memerintahkan hal itu," ungkap Abbas dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/11/2021).
Menurut Abbas, sudah muncul kabar burung yang dihembuskan segelintir masyarakat bahwa kepala negara anti terhadap ulama. Karena itu, tidak ada jalan lain kecuali Densus 88 membuka perihal penangkapan tersebut kepada publik.
Baca juga: Anwar Abbas Sebut Ustaz Farid Okbah Setahun Tak Aktif di MUI
"Saya meminta kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penangkapan ini supaya juga menjaga nama baik Pak Jokowi sebagai presiden, agar bisa bekerja dengan tenang untuk mengatasi masalah yang sekarang sedang dihadapi oleh bangsa. Jangan beliau diganggu serta terganggu oleh hal-hal seperti ini," katanya.
"Betulkah Pak Jokowi yang memerintahkan penangkapan ini? Saya terus terang tidak yakin dan tidak percaya. Saya tidak yakin Presiden Jokowi akan memerintahkan hal itu," ungkap Abbas dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/11/2021).
Menurut Abbas, sudah muncul kabar burung yang dihembuskan segelintir masyarakat bahwa kepala negara anti terhadap ulama. Karena itu, tidak ada jalan lain kecuali Densus 88 membuka perihal penangkapan tersebut kepada publik.
Baca juga: Anwar Abbas Sebut Ustaz Farid Okbah Setahun Tak Aktif di MUI
"Saya meminta kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penangkapan ini supaya juga menjaga nama baik Pak Jokowi sebagai presiden, agar bisa bekerja dengan tenang untuk mengatasi masalah yang sekarang sedang dihadapi oleh bangsa. Jangan beliau diganggu serta terganggu oleh hal-hal seperti ini," katanya.
Lihat Juga :