Dampak Corona, Penerimaan Zakat di Ramadhan 1441 H Turun
Jum'at, 05 Juni 2020 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
Penurunan jumlah donatur, kata Arifin sama dengan jumlah orang yang perlu dibantu akibat terdampak Covid-19. “Saya kira turunnya donatur ini sama dengan orang perlu dibantu. Jadi sekitar 15 sampai 20% donatur kita memang berubah menjadi orang-orang yang perlu dibantu,” katanya.
Senada, Direktur Pengembangan Zakat Dompet Dhuafa, Bambang Suherman juga mengatakan bahwa penerimaan zakat di lembaganya juga mengalami penurunan. "Di Dompet Dhuafa kalau apple to apple dengan Ramadhan tahun lalu, hari ini mengalami penurunan donatur sebesar 8,7%," kata Bambang dalam kesempatan yang sama.
Meskipun mengalami penurunan jumlah donatur, kata Bambang namun jumlah donasi yang diberikan justru bertambah. "Tapi yang menarik, adalah angka transaksinya tumbuh 12%. Jadi walaupun yang memberikan donasi berkurang tapi jumlah donasinya bertambah terutama di Ramadan," katanya.
Bambang mengatakan lembaganya saat ini mencatat bahwa terjadi kanaikan jumlah pengangguran akibat Covid-19. "Sekarang sedang bersiap-siap untuk mengola penambahan jumlah pengangguran itu sebesar 8,3%. Itu sampai ke kuartal dua di tahun ini di angka 13% dari 5,2 juta pertambahannya," ungkap Bambang.
"Jadi hari ini sangat signifikan jumlah orang miskin baru itu adalah faktor krusial yang jadi problem dalam penyaluran. Karena kita masih memegang data-data yang lama. Begitu kita turun ke lapangan, ini data yang miskin nya jadi lebih banyak. Nah di sinilah kemudian muncul problem karena basis intervensi kita di lapangan atasnya data," tambah Bambang.
Senada, Direktur Pengembangan Zakat Dompet Dhuafa, Bambang Suherman juga mengatakan bahwa penerimaan zakat di lembaganya juga mengalami penurunan. "Di Dompet Dhuafa kalau apple to apple dengan Ramadhan tahun lalu, hari ini mengalami penurunan donatur sebesar 8,7%," kata Bambang dalam kesempatan yang sama.
Meskipun mengalami penurunan jumlah donatur, kata Bambang namun jumlah donasi yang diberikan justru bertambah. "Tapi yang menarik, adalah angka transaksinya tumbuh 12%. Jadi walaupun yang memberikan donasi berkurang tapi jumlah donasinya bertambah terutama di Ramadan," katanya.
Bambang mengatakan lembaganya saat ini mencatat bahwa terjadi kanaikan jumlah pengangguran akibat Covid-19. "Sekarang sedang bersiap-siap untuk mengola penambahan jumlah pengangguran itu sebesar 8,3%. Itu sampai ke kuartal dua di tahun ini di angka 13% dari 5,2 juta pertambahannya," ungkap Bambang.
"Jadi hari ini sangat signifikan jumlah orang miskin baru itu adalah faktor krusial yang jadi problem dalam penyaluran. Karena kita masih memegang data-data yang lama. Begitu kita turun ke lapangan, ini data yang miskin nya jadi lebih banyak. Nah di sinilah kemudian muncul problem karena basis intervensi kita di lapangan atasnya data," tambah Bambang.
(maf)
Lihat Juga :