Keberhasilan Ziggy Mengusik Ketenangan Pembaca

Sabtu, 13 November 2021 - 05:06 WIB
loading...
A A A
Selanjutnya adalah catatan kaki. Ziggy dalam novel ini menggunakan banyak sekali catatan kaki fiktif yang bukan bermaksud menjelaskan sebagaimana fungsi catatan kaki, melainkan membuatnya sebagai cerita sendiri. Sebab buku, jurnal, artikel, penulis, penerbit yang disebut dalam catatan kaki adalah fiktif. Sebuah totalitas memasukkan semua elemen dalam buku sebagai bagian dari rimba fiksi yang dibangun Ziggy. Selain bisa dinikmati, catatan-catatan kaki ini juga bisa dicermati sebagai keisengan yang menyenangkan dari Ziggy.

baca juga: Resensi Buku Lagi Probation: Menikmati Susahnya Mencari Kerja

Ziggy dalam novel ini juga bertutur dengan tidak biasa. Banyak sekali kalimat yang disengaja menggunakan homonim yang menghentak pembaca. Misalkan ketika diceritakan berkunjung ke rumah tetangga, maka anak-anak harus memberi salam. Salam yang muncul dalam logika orang kebanyakan adalah ucapan salam (greetings) ketika bersua pertama kali. Bagi Ziggy, tidak. Salam di sini adalah daun salam (Eugenia polyantha).

Tapi Ma tahu, karena dia adalah anak perempuan yang tahu banyak hal. Maka, dia keluarkan bungkusan plastik berisi Salam kering, dan berkata, “Halo.” (hal. 50) Frasa-frasa aneh seperti ini, akan kita temukan dalam sekujur tubuh novel. Bukan hal yang perlu dicela, tetapi menghadirkan gangguan yang tidak biasa kepada pembaca yang suka kenyamaan dalam membaca novel. Belum lagi menelisik kisah dan pesan-pesan tersembunyi dalam novel ini. Ziggy dengan nada anak-anak dan guyonannya, sedang mengkritik banyak hal yang terlalu nyaman dalam sistem sosial kita.

baca juga: Punya Taman Literasi, Anies: Jadikan Jakarta Kota Buku Dunia

Ziggy mengetengahkan bagaimana image normal dari anak laki-laki yang harus keren, dan anak perempuan haruslah manis, lembut. Tidak! Ziggy dalam novel ini ingin mendobrak stigma umum ini. Ya, Fufu anak laki-laki yang manis. Dan Fifi anak perempuan yang keren. Melepas stigma ini saja sudah suatu yang mendasar untuk pendidikan gender sedari dini. Belum lagi bagaimana keberadaan hewan manis kucing, bernama Nona Gigi dan bala-balanya di Kota Terapung Kucing Luar Biasa. Mereka diam-diam melawan domestikasi manusia dan menganggap musuh terbesar kucing adalah manusia.

Soal interaksi manusia dan kucing dalam novel ini pun sejatinya cukup menganggu. Digambarkan pembalasan dendam kucing kepada manusia adalah dengan mengolah tubuh, daging, tulang, kulit anak-anak. Menyeramkan memang. Tapi demikianlah cara Ziggy mengusik kenyamanan membaca kita. Dia hadir dengan sisi-sisi ekstrem yang selama ini muncul dalam stigma umum dalam wujud sebaliknya.

baca juga: Mengenang Tokoh dan Buku

Meskipun novel ini tampak gemas, unik, bertokoh anak-anak lengkap dengan ilustrasi. Jangan terburu-buru mendakwa novel ini cocok untuk kategori sastra anak. Ziggy memang konsen dengan dunia yang diceritakan oleh anak-anak, sebagaimana novel Di Tanah Lada yang menjadi salah satu pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta. Namun, perkara-perkara yang diketengahkan bukanlah hal yang enak dikonsumsi oleh anak-anak. Humor-humor sinikal, sesekali gelap, sedikit adegan visual mengganggu. Semuanya diramu dalam novel yang cukup pendek dengan keberhasilan mengusik yang harus diacungi jempol.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengelola Sawit untuk...
Mengelola Sawit untuk Indonesia yang Kuat
Mengenal System Shift,...
Mengenal System Shift, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
Mudiruna, Kisah Ulama...
Mudiruna, Kisah Ulama Cahaya dari Rumah Sederhana
Bukan Motivasi Kosong,...
Bukan Motivasi Kosong, Positivo Theory Jadi Panduan Nyata Anak Muda Bangun Masa Depan
Rustini Muhaimin Tekankan...
Rustini Muhaimin Tekankan Budaya Literasi dengan Gerakan Membaca
Prosumenesia: Era Baru...
Prosumenesia: Era Baru Konsumen Jadi Produsen Digital
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
Buku “Misi untuk Raka”...
Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
Berani Sehat, Tak Perlu...
Berani Sehat, Tak Perlu Takut Kuman
Rekomendasi
Emak-emak Kian Banyak...
Emak-emak Kian Banyak Bergabung, DPD Partai Perindo Kota Palu Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
Piala Dunia 2026 Ternoda,...
Piala Dunia 2026 Ternoda, Tim Mesir Keluhkan Aksi Polisi Dallas
Film Bapak Paling Jujur,...
Film Bapak Paling Jujur, Drama Komedi yang Bikin Andovi da Lopez Tak Bisa Bohong
Berita Terkini
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Raksasa (yang) Tak Lagi...
Raksasa (yang) Tak Lagi Menakutkan
Roy Suryo Kembali Ajukan...
Roy Suryo Kembali Ajukan Gugatan Praperadilan, Polda Metro Jaya: Tidak Apa-apa
Transisi Energi, Prabowo...
Transisi Energi, Prabowo Akan Luncurkan BBM B50 pada 9 Juli 2026
AHY Serahkan Penentuan...
AHY Serahkan Penentuan Logo HUT ke-25 Partai Demokrat ke Publik, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved