Epidemiolog Tegaskan Pandemi Covid-19 Masih Ada, Masyarakat Harus Terus Waspada
Jum'at, 12 November 2021 - 17:30 WIB
loading...
Pakar epidemiologi FKM Unair Surabaya Laura Navika Yamani menegaskan pandemi Covid-19 masih ada.Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Laura Navika Yamani menegaskan pandemi Covid-19 masih ada. Sehingga, masyarakat harus terus waspada terhadap virus tersebut.
"Artinya badan kesehatan dunia belum mencabut kondisi pandemi di seluruh dunia. Artinya ancaman Covid-19 ini masih hadir walaupun beberapa negara termasuk Indonesia itu kalau kita lihat angka kasusnya juga sudah bisa dikatakan melandai, sudah dapat mengendalikan penyebaran kasus," kata Laura, Jumat (12/11/2021).
Karena masih dalam keadaan pandemi, dia mengatakan kondisinya saat ini masih belum aman. "Yang diperlukan adalah kewaspadaan walaupun kasusnya juga bisa dikatakan sudah enggak banyak. Tapi kewaspadaan itu harus terus dilakukan," ungkapnya.
Baca juga: Update Covid-19 Jumat: Positif 4.250.157 Orang, 4.097.2244 Sembuh dan 143.628 Meninggal
Apalagi, kata dia, saat ini menjelang akhir tahun. Dia khawatir ada sebagian masyarakat yang merasa kondisi saat ini sudah aman. "Saya rasa masyarakat perlu terus menerapkan protokol kesehatan," katanya.
Selain itu, dia menilai pemerintah perlu memperketat pintu-pintu masuk ke Tanah Air. Karena, lanjut dia, sejumlah varian baru Covid-19 berasal dari luar negeri. "Karena kondisi Indonesia saat ini sebenarnya kan aman, yang dikhawatirkan akan muncul atau meningkat kasusnya ketika ada kasus impor," ungkapnya.
Kemudian, dia juga menilai pemerintah perlu mengantisipasi jika varian baru Covid-19 masuk ke Indonesia. Terutama, varian baru yang karakternya jauh lebih berbahaya. "Misalkan daya tularnya tinggi seperti varian Delta, kemudian ada kemungkinan menyebabkan kondisi yang lebih buruk bahkan semakin banyak orang yang dirawat di rumah sakit, nah ini yang harus diwaspadai oleh pemerintah," ungkapnya.
"Artinya badan kesehatan dunia belum mencabut kondisi pandemi di seluruh dunia. Artinya ancaman Covid-19 ini masih hadir walaupun beberapa negara termasuk Indonesia itu kalau kita lihat angka kasusnya juga sudah bisa dikatakan melandai, sudah dapat mengendalikan penyebaran kasus," kata Laura, Jumat (12/11/2021).
Karena masih dalam keadaan pandemi, dia mengatakan kondisinya saat ini masih belum aman. "Yang diperlukan adalah kewaspadaan walaupun kasusnya juga bisa dikatakan sudah enggak banyak. Tapi kewaspadaan itu harus terus dilakukan," ungkapnya.
Baca juga: Update Covid-19 Jumat: Positif 4.250.157 Orang, 4.097.2244 Sembuh dan 143.628 Meninggal
Apalagi, kata dia, saat ini menjelang akhir tahun. Dia khawatir ada sebagian masyarakat yang merasa kondisi saat ini sudah aman. "Saya rasa masyarakat perlu terus menerapkan protokol kesehatan," katanya.
Selain itu, dia menilai pemerintah perlu memperketat pintu-pintu masuk ke Tanah Air. Karena, lanjut dia, sejumlah varian baru Covid-19 berasal dari luar negeri. "Karena kondisi Indonesia saat ini sebenarnya kan aman, yang dikhawatirkan akan muncul atau meningkat kasusnya ketika ada kasus impor," ungkapnya.
Kemudian, dia juga menilai pemerintah perlu mengantisipasi jika varian baru Covid-19 masuk ke Indonesia. Terutama, varian baru yang karakternya jauh lebih berbahaya. "Misalkan daya tularnya tinggi seperti varian Delta, kemudian ada kemungkinan menyebabkan kondisi yang lebih buruk bahkan semakin banyak orang yang dirawat di rumah sakit, nah ini yang harus diwaspadai oleh pemerintah," ungkapnya.
Lihat Juga :