Pesan Menyentuh Jenderal Hoegeng dan KS Tubun di Hari Pahlawan

Rabu, 10 November 2021 - 17:34 WIB
loading...
Pesan Menyentuh Jenderal Hoegeng dan KS Tubun di Hari Pahlawan
Jenderal Hoegeng Imam Santoso dan Ajun Inspektur Polisi Dua Anumerta Karel Sadsuitubun alias KS Tubun. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Polri pada Hari Pahlawan ini menyampaikan pesan penting dari dua tokoh besar kepolisian, yakni Jenderal Polisi (Purn) Drs Hoegeng Imam Santoso dan Ajun Inspektur Polisi Dua Anumerta Karel Sadsuitubun. Pesannya singkat tapi memiliki makna mendalam.

Hoegeng Imam Santoso merupakan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) ke-5 yang bertugas dari 1968-1971. Hoegeng dikenal sebagai polisi yang jujur, sederhana, dan antikorupsi. Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bahkan menyebutnya sebagai salah satu dari tiga polisi yang tidak bisa disuap, selain polisi tidur dan patung polisi.

Hingga kini nama Hoegeng (14 Oktober 1921–14 Juli 2004) masih diusulkan menjadi Pahlawan Nasional.

Baca juga: Sosok Teladan, Jenderal Hoegeng Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional

"Baik menjadi orang penting, tapi lebih penting menjadi orang baik," pesan Hoegeng dalam sebuah unggahan Divisi Humas Polri melalui akun resmi Twitternya @DivHumas_Polri, Rabu (10/11/2021).

Sementara Ajun Inspektur Polisi Dua Anumerta Karel Sadsuitubun alias KS Tubun (14 Oktober 1928–1 Oktober 1965) adalah pengawal J Leimena yang menjadi salah satu korban Gerakan 30 September PKI pada 1965. Dia diangkat menjadi seorang Pahlawan Revolusi.

"Jangan khawatir, saya pasti kembali. Kalau toh aku harus mati, pastilah aku mati di Jakarta pada kejadian yang luar biasa," pesan KS Tubun kepada istrinya setiap kali akan berangkat bertugas.

Baca juga: Megawati: Polisi Terbaik Hanya Kapolri Jenderal Hoegeng
(abd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1601 seconds (11.210#12.26)