Relawan Minta Jokowi Stop Polemik Bisnis PCR hingga Ganti Menteri Berkinerja Buruk
Selasa, 09 November 2021 - 15:20 WIB
loading...
Ketua Umum DPP Jokowi Mania Immanuel Ebenezer meminta Jokowi segera menghentikan polemik bisnis PCR dan mengganti menteri berkinerja buruk. Foto/antara
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah organ relawan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) beramai-ramai membuat pernyataan sikap. Ini mereka lakukan setelah mencermati situasi politik pemerintahan akhir-akhir ini. Isu yang disinggung mulai polemik bisnis PCR hingga wacana perombakan alias reshuffle kabinet .
"Meminta kepada Presiden Jokowi untuk menghentikan polemik kasus PCR dari mulai dari kasusnya sampai manfaatnya bisa gratis bagi rakyat," tulis salah satu pernyataan organ relawan Jokowi yang juga dikonfirmasi Ketua Umum DPP Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer.
Baca juga: Relawan Jokowi Minta Jaksa Agung Tetap Fokus Penegakan Hukum
Tak hanya itu, mereka juga meminta aparat penegak hukum untuk segera membongkar "permainan" bisnis penyelenggara dan pejabat negara. Para pelaku mesti ditangkap karena memanfaatkan situasi pandemi menggunakan kekuasaan dengan motif ekonomi dan politik.
"Berharap Presiden me-reshuffle pembantunya yang kinerjanya buruk. Yaitu, yang hanya mencari keuntungan pribadi, golongan dan sibuk mempersiapkan dirinya untuk kepentingan Pemilu 2024 serta tidak atau kurang untuk kepentingan rakyat," ujarnya.
"Meminta kepada Presiden Jokowi untuk menghentikan polemik kasus PCR dari mulai dari kasusnya sampai manfaatnya bisa gratis bagi rakyat," tulis salah satu pernyataan organ relawan Jokowi yang juga dikonfirmasi Ketua Umum DPP Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer.
Baca juga: Relawan Jokowi Minta Jaksa Agung Tetap Fokus Penegakan Hukum
Tak hanya itu, mereka juga meminta aparat penegak hukum untuk segera membongkar "permainan" bisnis penyelenggara dan pejabat negara. Para pelaku mesti ditangkap karena memanfaatkan situasi pandemi menggunakan kekuasaan dengan motif ekonomi dan politik.
"Berharap Presiden me-reshuffle pembantunya yang kinerjanya buruk. Yaitu, yang hanya mencari keuntungan pribadi, golongan dan sibuk mempersiapkan dirinya untuk kepentingan Pemilu 2024 serta tidak atau kurang untuk kepentingan rakyat," ujarnya.
Lihat Juga :