Musim Hujan, DPRD Kendal Soroti Titik Rawan Kawasan Sungai Bodri

Senin, 08 November 2021 - 14:21 WIB
loading...
Musim Hujan, DPRD Kendal Soroti Titik Rawan Kawasan Sungai Bodri
Foto: Doc. Pemprov Jateng
A A A
KENDAL - Ketua DPRD Kendal Muhammad Makmun, meminta pemerintah kabupaten memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah titik rawan banjir. Salah satu yang menjadi sorotannya, kawasan Sungai Bodri yang hingga saat ini masih dalam pengerjaan.

“Rembesnya tanggul Sungai Bodri tahun lalu harus menjadi pelajaran kita bersama untuk mengantisipasi datangnya musim penghujan tahun ini. Kami mendesak beberapa titik rawan di Kawasan Sungai Bodri yang masih dalam pengerjaan agar dapat segera diselesaikan. Terkait kewenangannya yang berada di Pemerintah Provinsi, Bupati Kendal dapat berkomunikasi dengan pihak terkait,” kata Makmun, Senin (8/11/2021).

Tak hanya ancaman banjir, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mengingatkan potensi bencana longsor dan angin puting beliung. Ancaman itu, sambungnya, mengingat kondisi wilayah kabupatan Kendal yang sebagain berada di daerah dataran tinggi dengan topografi pegunungan.

“Kendal wilayah atas, yang merupakan daerah pegunungan, rawan terjadi bencana longsor. Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, beberapa kali terjadi longsor. Termasuk di beberapa titik jalan penghubung Weleri-Sukorejo dan Kaliwungu – Boja, agar diperhatikan karena menyangkut akses lalulintas warga. Terkait kewenangan status jalan provinsi, agar bisa berkoordinasi dengan pihak terkait,” ucapnya.

Dalam Apel Siaga Bencana di Lapangan Desa Korowelang Kulon, Kamis (4/11/2021), Bupati Kendal Dico M Ganinduto, memberikan perhatian akan ancaman bencana banjir memasuki musim penghujan. Dikatakannya, beberapa wilayah berpotensi terjadi banjir saat terjadi curah hujan tinggi.

“Kita akui bencana banjir semisal curah hujan tinggi tentu masih ada beberapa titik di Kendal yang berpotensi banjir. Termasuk kawasan Sungai Bodri masih terdapat enam titik rawan yang dalam hal ini masih dalam pengerjaan,” ujar Dico.

Untuk mengantisipasi ancaman bencana, pihaknya telah meminta agar Posko Siaga Bencana di tingkat desa diaktifkan kembali. Pihaknya juga meminta setiap OPD dan seluruh pemangku kepentingan terkait berkoordinasi mempersiapkan personil dan peralatan yang dibutuhkan.

Lebih lanjut, dikatakan Pemkab Kendal menyediakan layanan panggilan darurat 112 untuk pelaporan kejadian bencana. Pihaknya meminta masyarakat dapat memanfaat layanan tersebut untuk memberikan pelaporan secara cepat.

Diberitakan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika(BMKG) mengingatkan sejumlah daerah untuk mewaspadai bencana banjir dan longsor memasuki musim penghujan yang diperkirakan berlangsung dari bulan Oktober 2021 hingga April 2022. Kendal merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki tingkat kebencanaan alam yang cukup tinggi. BPPD Kendal merilis telah terjadi bencana sebanyak 168 kali selama 2021, sebanyak 151 merupakan bencana alam.
(atk)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1274 seconds (10.101#12.26)