Gelar Wayang Orang Bharata, Sekjen PDIP: Nasib Bangsa Bisa Berdikari lewat Kebudayaan
Sabtu, 06 November 2021 - 22:35 WIB
loading...
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan nasib bangsa dan negara untuk berdiri di kaki sendiri (berdikari) bisa diwujudkan. Salah satunya melalui kebudayaan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan nasib bangsa dan negara untuk berdiri di kaki sendiri (berdikari) bisa diwujudkan. Salah satunya melalui kebudayaan.
Hasto menilai karakter rakyat Indonesia yang berkebudayaan juga merupakan pesan Proklamator RI Bung Karno. Hal itu disampaikan Hasto saat menyampaikan sambutannya pada pertunjukan ketoprak dengan lakon Gajah Mada dengan tema Pemulihan Kesenian Nasional Seniman Bangkit di Gedung Pertunjukan Wayang Orang Bharata, Jakarta Pusat, Sabtu (6/11/2021) malam.
"Bung Karno ketika membacakan teks Proklamasi menegaskan bahwa seharusnya dengan sejarah perjuangan yang panjang kita berani meletakkan nasib bangsa dan Tanah Air di tangan kita sendiri. Sebab hanya dengan itu akan berdiri dengan kuatnya. Itu adalah pesan Bung Karno, Proklamator dan Bapak Bangsa kita," kata Hasto.
Baca juga: Gelar Wayang Orang, Sekjen PDIP Tekankan Pesan Megawati Soal Kebudayaan dan Kesenian
Sekjen Nasional Pelestari Tosan Aji (Senapati) Nusantara itu juga menilai melalui pertunjukan ketoprak dan Wayang Orang bisa menjadi alat bagi masyarakat Indonesia untuk mandiri. "Bagaimana kita meletakkan nasib bangsa dan negara kita sendiri, ya, salah satunya dengan kebudayaan. Wayang orang ataupun ketoprak kalau kita pahami sebenarnya menunjukkan suatu perpaduan yang sempurna," ucapnya.
Dalam lakon Gajah Mada ini, lanjut Hasto, nilai-nilai yang disampaikan sebenarnya masih relevan dengan Sumpah Pemuda. Hasto menuturkan Mahapati Gajah Mada memiliki Sumpah Palapa yang menginginkan nusantara bersatu. Demikian juga semangat dari Sumpah Pemuda.
Baca juga: PDIP Usul Terapkan Sistem Proporsional Tertutup di Pemilu 2024
Hasto menilai karakter rakyat Indonesia yang berkebudayaan juga merupakan pesan Proklamator RI Bung Karno. Hal itu disampaikan Hasto saat menyampaikan sambutannya pada pertunjukan ketoprak dengan lakon Gajah Mada dengan tema Pemulihan Kesenian Nasional Seniman Bangkit di Gedung Pertunjukan Wayang Orang Bharata, Jakarta Pusat, Sabtu (6/11/2021) malam.
"Bung Karno ketika membacakan teks Proklamasi menegaskan bahwa seharusnya dengan sejarah perjuangan yang panjang kita berani meletakkan nasib bangsa dan Tanah Air di tangan kita sendiri. Sebab hanya dengan itu akan berdiri dengan kuatnya. Itu adalah pesan Bung Karno, Proklamator dan Bapak Bangsa kita," kata Hasto.
Baca juga: Gelar Wayang Orang, Sekjen PDIP Tekankan Pesan Megawati Soal Kebudayaan dan Kesenian
Sekjen Nasional Pelestari Tosan Aji (Senapati) Nusantara itu juga menilai melalui pertunjukan ketoprak dan Wayang Orang bisa menjadi alat bagi masyarakat Indonesia untuk mandiri. "Bagaimana kita meletakkan nasib bangsa dan negara kita sendiri, ya, salah satunya dengan kebudayaan. Wayang orang ataupun ketoprak kalau kita pahami sebenarnya menunjukkan suatu perpaduan yang sempurna," ucapnya.
Dalam lakon Gajah Mada ini, lanjut Hasto, nilai-nilai yang disampaikan sebenarnya masih relevan dengan Sumpah Pemuda. Hasto menuturkan Mahapati Gajah Mada memiliki Sumpah Palapa yang menginginkan nusantara bersatu. Demikian juga semangat dari Sumpah Pemuda.
Baca juga: PDIP Usul Terapkan Sistem Proporsional Tertutup di Pemilu 2024
Lihat Juga :