Gus Halim: Porsi Penempatan Perempuan Indikator Keberhasilan SDGs Desa
Kamis, 04 November 2021 - 21:44 WIB
loading...
A
A
A
Indikator lain, prevalensi kasus kekerasan terhadap perempuan mencapai 0% dan dapat layanan komprehensif mencapai 100%. Selain itu, median usia kawin pertama perempuan (pendewasaan usia kawin pertama) di atas 18 tahun, dan angka kelahiran pada remaja usia 15-19 tahun (age specific fertility rate/ASFR) mencapai 0%serta kebutuhan ber-KB mencapai 0%. Realitasnya dapat dilihat dari angka kepemimpinan perempuan di desa.
Jumlah kepala desa perempuan saat ini 3.976 orang atau setara 5% dari 74.961 desa. Jumlah sekretaris desa perempuan sebanyak 9.081 orang, setara 12% dari 74.961 desa. Anggota badan permusyawaratan desa (BPD) perempuan lebih banyak lagi, yaitu 75.164 orang, atau setara 20% dari 375.820 legislator desa.
Kini kebutuhan yang mendesak adalah peningkatan proporsi perempuan yang berkualitas untuk menjadi kepala desa, perangkat desa, dan anggota BPD. Gus Halim berharap semakin tingginya proporsi perempuan dalam kepemimpinan desa juga akan mempermudah akses perempuan untuk memenuhi kebutuhan dan arah kebijakan desa yang lebih berpihak kepada perempuan. "Perempuan di desa harus lebih berdaya, termasuk di sektor ekonomi produktif, apalagi di era pandemi Covid-19," ujarnya.
Gus Halim mengatakan, perempuan desa harus bangkit seiring semakin terkendalinya Covid-19. Caranya, melakukan kerja sama usaha dengan BUMDes dan kesempatan kerja diberikan juga kepada perempuan desa. "Perempuan pun harus mendapatkan program padat karya tunai desa untuk ekonomi produktif," kata Gus Halim.
Jumlah kepala desa perempuan saat ini 3.976 orang atau setara 5% dari 74.961 desa. Jumlah sekretaris desa perempuan sebanyak 9.081 orang, setara 12% dari 74.961 desa. Anggota badan permusyawaratan desa (BPD) perempuan lebih banyak lagi, yaitu 75.164 orang, atau setara 20% dari 375.820 legislator desa.
Kini kebutuhan yang mendesak adalah peningkatan proporsi perempuan yang berkualitas untuk menjadi kepala desa, perangkat desa, dan anggota BPD. Gus Halim berharap semakin tingginya proporsi perempuan dalam kepemimpinan desa juga akan mempermudah akses perempuan untuk memenuhi kebutuhan dan arah kebijakan desa yang lebih berpihak kepada perempuan. "Perempuan di desa harus lebih berdaya, termasuk di sektor ekonomi produktif, apalagi di era pandemi Covid-19," ujarnya.
Gus Halim mengatakan, perempuan desa harus bangkit seiring semakin terkendalinya Covid-19. Caranya, melakukan kerja sama usaha dengan BUMDes dan kesempatan kerja diberikan juga kepada perempuan desa. "Perempuan pun harus mendapatkan program padat karya tunai desa untuk ekonomi produktif," kata Gus Halim.
(cip)
Lihat Juga :