Panglima TNI: Masyarakat Tak Boleh Lengah karena Rendahnya Kasus Covid-19
Kamis, 04 November 2021 - 00:38 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, dia menyampaikan bahwa data lain yang harus dicermati yaitu tracing kontak erat. Menurut dia, rasio tersebut di Indonesia terus mengalami peningkatan. “Tentunya hal ini berkat kerja keras seluruh satgas di setiap provinsi, kabupaten, maupun kota dan kerja keras dari para Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga serta Bhabinkamtibmas,” imbuhnya.
Meski mengalami peningkatan, namun prosentase kontak erat yang melaksanakan entry test masih rendah, baru sekitar 6 persen. Dia mengungkapkan tujuan dari tracing kontak erat adalah memutus rantai penularan. “Entry test dibutuhkan untuk memastikan bahwa kontak erat yang tertular mendapatkan penanganan yang tepat dan tidak menularkan kepada orang-orang terdekatnya,” ungkapnya.
Dia juga mengungkapkan bahwa di Provinsi Sumatera Barat terdapat beberapa kenaikan kasus konfirmasi positif. Adapun hal itu terjadi di Kota Padang Panjang, Pariaman, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Solok, Sijunjung, Dharmasraya, dan Pasaman.
“Salah satu upaya menekan pandemi melalui vaksinasi. Saat ini 21 Ibu Kota provinsi sudah mencapai vaksinasi dosis pertama di atas 70 persen. Sedangkan Kota Padang sendiri baru mencapai 57 persen, dengan nomor urut 32 dari 34 provinsi,” katanya.
Pelaksanaan serbuan vaksinasi di wilayah Sumatera Barat meliputi 18 Kabupaten/Kota yang tersebar di seluruh wilayah dengan jumlah sasaran 37.000 dosis. Adapun sasaran yang akan divaksin terdiri dari masyarakat umum, lansia, dan pelajar. Vaksin yang digunakan adalah Coronavac, AstraZeneca, Pfizer, dan Moderna. Sebanyak 56 tim vaksinator yang terdiri dari Dinas Kesehatan 20 tim, TNI 14 tim dan Polri 22 tim dilibatkan dalam proses vaksinasi tersebut.
Meski mengalami peningkatan, namun prosentase kontak erat yang melaksanakan entry test masih rendah, baru sekitar 6 persen. Dia mengungkapkan tujuan dari tracing kontak erat adalah memutus rantai penularan. “Entry test dibutuhkan untuk memastikan bahwa kontak erat yang tertular mendapatkan penanganan yang tepat dan tidak menularkan kepada orang-orang terdekatnya,” ungkapnya.
Dia juga mengungkapkan bahwa di Provinsi Sumatera Barat terdapat beberapa kenaikan kasus konfirmasi positif. Adapun hal itu terjadi di Kota Padang Panjang, Pariaman, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Solok, Sijunjung, Dharmasraya, dan Pasaman.
“Salah satu upaya menekan pandemi melalui vaksinasi. Saat ini 21 Ibu Kota provinsi sudah mencapai vaksinasi dosis pertama di atas 70 persen. Sedangkan Kota Padang sendiri baru mencapai 57 persen, dengan nomor urut 32 dari 34 provinsi,” katanya.
Pelaksanaan serbuan vaksinasi di wilayah Sumatera Barat meliputi 18 Kabupaten/Kota yang tersebar di seluruh wilayah dengan jumlah sasaran 37.000 dosis. Adapun sasaran yang akan divaksin terdiri dari masyarakat umum, lansia, dan pelajar. Vaksin yang digunakan adalah Coronavac, AstraZeneca, Pfizer, dan Moderna. Sebanyak 56 tim vaksinator yang terdiri dari Dinas Kesehatan 20 tim, TNI 14 tim dan Polri 22 tim dilibatkan dalam proses vaksinasi tersebut.
(rca)
Lihat Juga :