Kepala LAN Berharap PKN Hasilkan Pemimpin Inovatif, Responsif, dan Tangguh
Selasa, 02 November 2021 - 03:46 WIB
loading...
Upacara Pelepasan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan L di Aula Prof Dr Agus Dwiyanto, Selasa (2/11/2021). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19, menjadi momentum dalam percepatan transformasi birokrasi yang semula bersifat konvensional kepada digital. Hal ini dikatakan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Adi Suryanto.
Baca juga: Pangkostrad Dudung: Pemimpin Harus Punya Sense of Crisis
"Dapat menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa setiap terobosan dan inovasi yang digagas belum tentu dapat diterima oleh stakeholders," kata Adi Suryanyo saat sambutan pada Upacara Pelepasan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan L di Aula Prof Dr Agus Dwiyanto, Selasa (2/11/2021).
Baca juga: Hasto Singgung Politik Bansos di Era Kepemimpinan Presiden SBY
"Demikian halnya dengan pemimpin, jangan hanya berpikir perubahan yang kita gagas bagi organisasi akan secara simultan dapat dijalankan oleh anak buah maupun kolega kita," tambahnya.
Adi menambahkan, maka dari sini peran pemimpin perubahan untuk terus berikhtiar, mengawal inovasi yang digagasnya. Sehingga dapat diimplementasikan serta berdampak positif bagi organisasi.
Pembelajaran PKN Tingkat I ini menerapkan pendekatan experiential learning. Di mana, peserta diajak langsung terjun menjadi pemimpin perubahan di instansinya dengan desain inovasi yang digagasnya, melalui proyek perubahan.
Baca juga: Pangkostrad Dudung: Pemimpin Harus Punya Sense of Crisis
"Dapat menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa setiap terobosan dan inovasi yang digagas belum tentu dapat diterima oleh stakeholders," kata Adi Suryanyo saat sambutan pada Upacara Pelepasan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan L di Aula Prof Dr Agus Dwiyanto, Selasa (2/11/2021).
Baca juga: Hasto Singgung Politik Bansos di Era Kepemimpinan Presiden SBY
"Demikian halnya dengan pemimpin, jangan hanya berpikir perubahan yang kita gagas bagi organisasi akan secara simultan dapat dijalankan oleh anak buah maupun kolega kita," tambahnya.
Adi menambahkan, maka dari sini peran pemimpin perubahan untuk terus berikhtiar, mengawal inovasi yang digagasnya. Sehingga dapat diimplementasikan serta berdampak positif bagi organisasi.
Pembelajaran PKN Tingkat I ini menerapkan pendekatan experiential learning. Di mana, peserta diajak langsung terjun menjadi pemimpin perubahan di instansinya dengan desain inovasi yang digagasnya, melalui proyek perubahan.
Lihat Juga :