Hadapi Nataru, Epidemiolog: Vaksinasi Kelompok Rentan Harus Dipercepat
Rabu, 03 November 2021 - 02:13 WIB
loading...
A
A
A
Dicky mengungkapkan, Singapura yang cakupan vaksinasinya mencapai 82 persen tetap mengalami banyak kematian ketika dihantam gelombang penularan virus corona. Pasalnya, sisa 18 persenan yang belum divaksin ternyata kelompok rentan.
Untuk itu, ketika badai Covid datang kembali, kelompok rentan yang belum menerima vaksin tersebut bisa berpotensi menjadi korban.
Baca Juga : Cegah Lonjakan COVID-19 saat Libur Nataru, Kapolri: Tak Boleh Abai dan Prokes Tetap Kuat
”Kalau belajar dari Singapura walaupun 82 persen sudah dicapai vaksinasi lengkap tapi sisa yang 18 persenan itu banyak lansia, banyak yang rawan banyak ke RS dan banyak yang meninggal,” ungkapnya.
Dicky mengingatkan pemerintah untuk betul-betul menentukan strategi yang tepat untuk mengejar cakupan vaksinasi kelompok rentan untuk mengantisipasi lonjakan kasus pada periode akhir tahun. ”Jadi ini harus dipahami pemerintah,” tutupnya.
Untuk itu, ketika badai Covid datang kembali, kelompok rentan yang belum menerima vaksin tersebut bisa berpotensi menjadi korban.
Baca Juga : Cegah Lonjakan COVID-19 saat Libur Nataru, Kapolri: Tak Boleh Abai dan Prokes Tetap Kuat
”Kalau belajar dari Singapura walaupun 82 persen sudah dicapai vaksinasi lengkap tapi sisa yang 18 persenan itu banyak lansia, banyak yang rawan banyak ke RS dan banyak yang meninggal,” ungkapnya.
Dicky mengingatkan pemerintah untuk betul-betul menentukan strategi yang tepat untuk mengejar cakupan vaksinasi kelompok rentan untuk mengantisipasi lonjakan kasus pada periode akhir tahun. ”Jadi ini harus dipahami pemerintah,” tutupnya.
(ams)
Lihat Juga :