Sebelum Kapolri Sebut Bebas Kritik, Hanya 18 Seniman Daftar Bhayangkara Mural Festival
Sabtu, 30 Oktober 2021 - 12:31 WIB
loading...
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran meninjau 80 sketsa mural di sekeliling Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, dalam Bhayangkara Mural Festival 2021-Piala Kapolri, Sabtu (30/10/2021). Foto/Carlos Roy Fajarta
A
A
A
JAKARTA - Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono mengungkapkan, saat pembukaan awal 'Bhayangkara Mural Festival 2021-Piala Kapolri ' pada awal pendaftaran hanya sedikit pelukis mural yang mendaftar.
Baca juga: Kritikan Kinerja Polri Jadi Salah Satu Tema Bhayangkara Mural Festival 2021
"Jadi festival ini diikuti oleh 34 Polda jajaran. Setelah membentuk panitia, tiga Minggu pertama yang mendaftar hanya 18 orang," ujar Argo Yuwono di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (30/10/2021).
Baca juga: Lomba Seni Mural, Kapolri Persilakan Peserta Kreasikan Kritikan
"Kami juga was-was ini, waduh kok cuma 18 ini. Jadi mau ketemu Pak Kapolri saya menghindar takut ditanya tentang mural," tambahnya.
Namun kata Argo, setelah muncul pernyataan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bahwa Polri tidak antikritik dan dalam kegiatan mural diperbolehkan bertema kritik. Hal itu langsung menambah jumlah peserta mural.
"Tapi ternyata setelah Minggu keempat langsung bermunculan setelah Bapak Kapolri menyampaikan di media boleh mengkritik. Setelah itu muncul banyak yang mendaftar di seluruh Polda di Indonesia, ada 803 karya," kata Argo Yuwono.
Baca juga: Kritikan Kinerja Polri Jadi Salah Satu Tema Bhayangkara Mural Festival 2021
"Jadi festival ini diikuti oleh 34 Polda jajaran. Setelah membentuk panitia, tiga Minggu pertama yang mendaftar hanya 18 orang," ujar Argo Yuwono di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (30/10/2021).
Baca juga: Lomba Seni Mural, Kapolri Persilakan Peserta Kreasikan Kritikan
"Kami juga was-was ini, waduh kok cuma 18 ini. Jadi mau ketemu Pak Kapolri saya menghindar takut ditanya tentang mural," tambahnya.
Namun kata Argo, setelah muncul pernyataan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bahwa Polri tidak antikritik dan dalam kegiatan mural diperbolehkan bertema kritik. Hal itu langsung menambah jumlah peserta mural.
"Tapi ternyata setelah Minggu keempat langsung bermunculan setelah Bapak Kapolri menyampaikan di media boleh mengkritik. Setelah itu muncul banyak yang mendaftar di seluruh Polda di Indonesia, ada 803 karya," kata Argo Yuwono.
Lihat Juga :