Fahira Idris: Pilkada Tanpa Partisipasi Masyarakat Akan Kehilangan Makna

Kamis, 04 Juni 2020 - 11:46 WIB
loading...
Fahira Idris: Pilkada...
Anggota DPD RI Fahira Idris mengkhawatirkan keselamatan masyarakat dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 9 Desember 2020. Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia ( DPD RI ) mengkhawatirkan keselamatan masyarakat dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah ( pilkada ) serentak pada 9 Desember 2020. Pelaksanaan di tengah pandemi Covid-19 ini diprediksi menurunkan partisipasi pemilih.

Anggota DPD RI Fahira Idris khawatir pelaksanaan pilkada nanti tidak berjalan maksimal. Di tengah penyebaran virus Sars Cov-II yang belum mereda, idealnya pilkada diundur setahun ke September 2021.

"Selain soal keselamatan, yang perlu dikhawatirkan adalah tingkat partisipasi akan merosot. Padahal kesuksesan pilkada salah satunya dilihat dari seberapa tinggi tingkat partisipasi masyarakat dalam menunaikan suaranya," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (4/6/2020).

Tren partisipasi masyarakat ambil bagian dalam Pilkada Serentak 2015 dan 2017, serta Pemilu dan Pilpres 2019 sudah baik. Pilkada 2020 ini seharusnya menjadi momentum untuk kembali mengerek partisipasi pemilih. Namun, sepertinya hal tersebut tidak mudah karena masyarakat tidak leluasa bergerak. (Baca juga: Muktamar PPP Tetap Digelar Setelah Pilkada 2020 ).

Dampak ekonomi dan efek psikologis dari pandemi Covid-19 diprediksi ikut menurunkan partisipasi masyarakat. Yang ditakutkan bukan hanya turun dalam angka yang kecil, tapi terjun bebas.

Pemerintah, Dewan Perwakilan Rakyar Republik Indonesia (DPR RI), dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah sepakat untuk melaksanakan pilkada serentak di 270 daerah pada 9 Desember. Payung hukumnya, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali kota.

"Kalau merujuk pada perppu, tujuan ditundanya pilkada selain bagian dari upaya penanggulangan penyebaran Covid-19, juga agar pilkada dapat berlangsung secara demokratis, berkualitas, dan menjaga stabilitas politik dalam negeri," terang putri politikus senior Golkar Fahmi Idris itu.

Menurutnya, frasa demokratis itu salah satu parameternya adalah tingkat partisipasi. Dengan dilaksanakan pada Desember nanti, KPU, Bawaslu, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) harus segera mempersiapkan semuanya dan memulai tahapan pada 15 Juni 2020 ini.

Masalahnya, data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 selalu menunjukkan penambahan kasus positif yang tinggi setiap harinya. Sampai hari ini, jumlah yang positif sudah mencapai 28.233 dengan penambahan kasus selalu di atas 500 orang per hari. (Baca juga: Covid-19 di 3 Provinsi Ini Tinggi, Jokowi: Tolong Jadi Perhatian Khusus ).

Beberapa daerah juga masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). berbagai kondisi itu akan mengganggu jadwal dan tahapan pilkada. Apalagi, dalam tahapan hingga pemungutan suara akan banyak interaksi penyelenggara, peserta pilkada, dan masyarakat, seperti pendataan pemilih dan kampanye.

"Dalam situasi wabah seperti ini yang dipikirkan bukan hanya soal kesiapan penyelenggara menggelar pilkada. Akan tetapi, sejauh mana kesiapan dan kemauan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pilkada. Pilkada tanpa partisipasi masyarakat akan kehilangan maknanya," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harkitnas 2026 Jadi...
Harkitnas 2026 Jadi Alarm Ancaman Generasi Muda, dari AI hingga Judi Online
7 Rekomendasi Fahira...
7 Rekomendasi Fahira Idris untuk Transformasi Posyandu
UMKM Terdampak Kenaikan...
UMKM Terdampak Kenaikan Harga Gas Nonsubsidi, Fahira Idris Sampaikan Rekomendasi Ini
MK Diminta Larang Keluarga...
MK Diminta Larang Keluarga Presiden dan Wapres Ikut Pilpres, PKS: Bagus juga untuk Pilkada
Wacana Pilkada lewat...
Wacana Pilkada lewat DPRD, Pengamat: Akibat Biaya Politik Tinggi
Tahapan Pemilu 2029...
Tahapan Pemilu 2029 Dimulai Tahun Depan, DPR Targetkan RUU Pilkada Rampung 2026
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Pramono Jadi Wakil Ketua...
Pramono Jadi Wakil Ketua C40 Cities, Fahira Idris: Dunia Akui Peran Strategis Jakarta
Hari Buruh 2026, Fahira...
Hari Buruh 2026, Fahira Idris Sampaikan 5 Tantangan ke Depan
Rekomendasi
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Berita Terkini
Ungkap Penyebab Gaji...
Ungkap Penyebab Gaji Guru Tidak Naik, Prabowo: Uangnya Nggak Ada
Pelaporan Tiyo Ardianto...
Pelaporan Tiyo Ardianto ke Polisi Upaya Mengalihkan Perhatian Publik
Ichsanuddin Noorsy:...
Ichsanuddin Noorsy: UGM Berada di Titik Nadir dalam Kasus Ijazah Jokowi
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Infografis
Prabowo akan Luncurkan...
Prabowo akan Luncurkan BLT untuk Guru Honorer pada 2 Mei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved