Bukan lewat Politik, Ini Saran Peneliti LIPI untuk Selesaikan Kekerasan di Papua

Jum'at, 22 Oktober 2021 - 21:44 WIB
loading...
Bukan lewat Politik,...
Peneliti LIPI Hermawan Sulistyo menyarankan agar konflik dan kekerasan di Papua diselesaikan lewat jalur budaya dan peradaban. Foto: SINDOnews/Ari Sandita
A A A
JAKARTA - Konflik dan kekerasan di Papua harus dilihat secara menyeluruh. Tidak bisa solusi untuk Papua dicetuskan hanya dari satu aspek atau sudut pandang. Ini penting agar tidak ada tudingan telah terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) .

"Papua itu luas. Ngomong Papua ke mana dulu. Orang baru sekali ke Jayapura dibilang menguasai Papua. Suruh buat catatan harian ke mana saja pasti tidak pernah," kata Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hermawan Sulistyo dalam sesi diskusi bertajuk Tudingan Rasis dan Pelanggaran HAM di Papua yang diselenggarakan Jakarta Journalist Center di Jakarta Selatan, Jumat (22/10/2021).

Baca juga: Serahkan SK DPW Papua Barat, Sekjen Perindo Yakin 2024 Hasilkan Karya Politik Fantastis

Dia menilai upaya penelitian di Papua dibutuhkan waktu lama dan biaya cukup besar. Jika seorang hanya datang ke Jayapura, maka belum dapat dikatakan meneliti Papua. Akibatnya, data yang muncul cenderung manipulatif.

"Manipulasi data. Manipulasi simbolik situasi seperti itu. Dimanfaatkan pengkhianat. Orang asli Papua yang tinggal di luar negeri memanipulasi," tutur Hermawan.

Menurut dia, penyelesaian konflik dan kekerasan di Papua haruslah dengan hati, melalui jalur peradaban dan kebudayaan, bukan jalur politik. Tahapan penyelesaian konflik dan kekerasan di Papua dilakukan mulai dari tahap jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

Baca juga: Anggota Komisi II DPR Nilai Pelibatan TNI/Polri Mampu Redam Konflik Papua

Untuk jangka pendek, Hermawan meminta tindak kekerasan dihentikan. Caranya, mentup pasokan senjata dan amunisi. Dia melihat sejauh ini senjata dan amunisi beredar luas di Papua, bahkan ada oknum TNI dan Polri yang menjadi penyuplai.

"Untuk jangka menengah hingga jangka panjang, dapat dilakukan dengan cara memberikan akses pendidikan (kepada putra-putri asal Bumi Cenderawasih). Salah satu contohnya menyediakan asrama atau tempat tinggal bagi putra-putri Papua yang menempuh pendidikan di luar provinsi tersebut," katanya.

Hanya saja, tambah dia, pihak pemerintah tetap harus mengawasi supaya kebijakan itu tidak menimbulkan permasalahan baru berupa mengumpulkan para pemberontak. Melalui cara-cara seperti itu, dia optimistis permasalahan konflik dan kekerasan di Papua dapat diselesaikan. "Cara seperti ini dalam jangka panjang saya optimistis," tambahnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Riset Palsu Demi...
Kasus Riset Palsu Demi Plesiran, Mendiktisaintek Ungkap Temuan Awal
Polemik Peneliti Pakai...
Polemik Peneliti Pakai Riset Palsu di Forum Ilmiah Dunia, DPR Dorong Investigasi
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Pengamat Militer: Pembangunan,...
Pengamat Militer: Pembangunan, Keamanan, dan Keadilan Sosial Kunci Atasi Konflik Papua
Lumpuhkan 10 OPM dan...
Lumpuhkan 10 OPM dan Rebut 56 Markas, Satgas Marinir Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari KSAL
Bukan Kebebasan Berpendapat,...
Bukan Kebebasan Berpendapat, Pigai: Pernyataan Amien Rais Diduga Pelanggaran HAM
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Rekomendasi
Naik 81%, Laba PTPN...
Naik 81%, Laba PTPN Group Tembus 6,39 Triliun
Cegah Pemadaman Listrik...
Cegah Pemadaman Listrik Bergilir, PLTU Bakal Dimodif Bisa Pakai Batu Bara Kalori Rendah
PLN EPI Dorong Bioenergi...
PLN EPI Dorong Bioenergi Jadi Motor Diversifikasi Energi Nasional
Berita Terkini
MNC Digital Entertainment...
MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026 Kategori Media dan Hiburan
Kuasa Hukum Dokter Tifa...
Kuasa Hukum Dokter Tifa Tuding Dakwaan JPU Diskriminatif dan Ada Rekayasa Prosedur
Tim Hotman 911 Laporkan...
Tim Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat yang Siksa Perempuan ke Bareskrim
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Kubu Jokowi Sebut Mengulur Waktu
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Pakar Hukum Tegaskan...
Pakar Hukum Tegaskan Karya Jurnalistik Tak Bisa Dijadikan Barang Bukti Persidangan Dokter Tifa
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved