Bukan lewat Politik, Ini Saran Peneliti LIPI untuk Selesaikan Kekerasan di Papua
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 21:44 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, penyelesaian konflik dan kekerasan di Papua haruslah dengan hati, melalui jalur peradaban dan kebudayaan, bukan jalur politik. Tahapan penyelesaian konflik dan kekerasan di Papua dilakukan mulai dari tahap jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.
Baca juga: Anggota Komisi II DPR Nilai Pelibatan TNI/Polri Mampu Redam Konflik Papua
Untuk jangka pendek, Hermawan meminta tindak kekerasan dihentikan. Caranya, mentup pasokan senjata dan amunisi. Dia melihat sejauh ini senjata dan amunisi beredar luas di Papua, bahkan ada oknum TNI dan Polri yang menjadi penyuplai.
"Untuk jangka menengah hingga jangka panjang, dapat dilakukan dengan cara memberikan akses pendidikan (kepada putra-putri asal Bumi Cenderawasih). Salah satu contohnya menyediakan asrama atau tempat tinggal bagi putra-putri Papua yang menempuh pendidikan di luar provinsi tersebut," katanya.
Hanya saja, tambah dia, pihak pemerintah tetap harus mengawasi supaya kebijakan itu tidak menimbulkan permasalahan baru berupa mengumpulkan para pemberontak. Melalui cara-cara seperti itu, dia optimistis permasalahan konflik dan kekerasan di Papua dapat diselesaikan. "Cara seperti ini dalam jangka panjang saya optimistis," tambahnya.
Baca juga: Anggota Komisi II DPR Nilai Pelibatan TNI/Polri Mampu Redam Konflik Papua
Untuk jangka pendek, Hermawan meminta tindak kekerasan dihentikan. Caranya, mentup pasokan senjata dan amunisi. Dia melihat sejauh ini senjata dan amunisi beredar luas di Papua, bahkan ada oknum TNI dan Polri yang menjadi penyuplai.
"Untuk jangka menengah hingga jangka panjang, dapat dilakukan dengan cara memberikan akses pendidikan (kepada putra-putri asal Bumi Cenderawasih). Salah satu contohnya menyediakan asrama atau tempat tinggal bagi putra-putri Papua yang menempuh pendidikan di luar provinsi tersebut," katanya.
Hanya saja, tambah dia, pihak pemerintah tetap harus mengawasi supaya kebijakan itu tidak menimbulkan permasalahan baru berupa mengumpulkan para pemberontak. Melalui cara-cara seperti itu, dia optimistis permasalahan konflik dan kekerasan di Papua dapat diselesaikan. "Cara seperti ini dalam jangka panjang saya optimistis," tambahnya.
(muh)
Lihat Juga :