Rachmat Gobel Lakukan Diplomasi Herbal di Belarusia
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 13:15 WIB
loading...
A
A
A
Pertama, publik dunia diingatkan kembali tentang rempah-rempah yang di masa lalu telah membuat bangsa-bangsa Barat datang ke Indonesia. Kedua, produk herbal umumnya diproduksi oleh UMKM. Melalui dua hal itu Gobel berharap akan tercapai dua hal pula, yaitu ekspor herbal Indonesia meningkat dan menjadi brand Indonesia serta UMKM akan sangat terbantu.
Industri dan Pariwisata
Pada kesempatan itu Gobel membicarakan hubungan ekonomi dan budaya kedua negara. Gobel menyampaikan produk-produk Belarusia yang diimpor Indonesia, yaitu dump truck untuk keperluan pertambangan dan potasium untuk bahan pupuk. Belarusia adalah pemasok 30% dump truck pertambangan untuk dunia.
Belarusia juga pemasok potasium terbesar kedua di dunia setelah Kanada. Bagi Belarusia, Indonesia adalah pengimpor potasium mereka yang terbesar ke empat. "Karena itu akan lebih baik jika ada joint venture atau berinvestasi di Indonesia," kata Gobel.
Baca juga: Mahasiswa UGM Teliti Potensi Pegagan sebagai Obat Herbal Antivirus SARS-COV-2
Vladimir mengatakan, pada 2020 Indonesia mengimpor 693.000 ton potasium dari Belarusia. Pada tahun itu Belarusia mengekspor 12 juta ton potasium. Hingga saat ini, neraca perdagangan Indonesia dan Belarusia masih defisit untuk Indonesia. Karena itu Gobel berharap Belarusia agar lebih banyak lagi membeli produk-produk dari Indonesia.
"Belarusia bisa mengimpor tekstil, ikan, dan karet serta barang-barang lainnya dari Indonesia. Sehingga neraca perdagangan kedua negara menjadi balance," katanya. Gobel juga mengajak masyarakat Belarusia untuk berwisata ke Indonesia.
Industri dan Pariwisata
Pada kesempatan itu Gobel membicarakan hubungan ekonomi dan budaya kedua negara. Gobel menyampaikan produk-produk Belarusia yang diimpor Indonesia, yaitu dump truck untuk keperluan pertambangan dan potasium untuk bahan pupuk. Belarusia adalah pemasok 30% dump truck pertambangan untuk dunia.
Belarusia juga pemasok potasium terbesar kedua di dunia setelah Kanada. Bagi Belarusia, Indonesia adalah pengimpor potasium mereka yang terbesar ke empat. "Karena itu akan lebih baik jika ada joint venture atau berinvestasi di Indonesia," kata Gobel.
Baca juga: Mahasiswa UGM Teliti Potensi Pegagan sebagai Obat Herbal Antivirus SARS-COV-2
Vladimir mengatakan, pada 2020 Indonesia mengimpor 693.000 ton potasium dari Belarusia. Pada tahun itu Belarusia mengekspor 12 juta ton potasium. Hingga saat ini, neraca perdagangan Indonesia dan Belarusia masih defisit untuk Indonesia. Karena itu Gobel berharap Belarusia agar lebih banyak lagi membeli produk-produk dari Indonesia.
"Belarusia bisa mengimpor tekstil, ikan, dan karet serta barang-barang lainnya dari Indonesia. Sehingga neraca perdagangan kedua negara menjadi balance," katanya. Gobel juga mengajak masyarakat Belarusia untuk berwisata ke Indonesia.
Lihat Juga :