PON XX Papua Sukses, Pemuda Pancasila: Bukti Negara Hadir di Indonesia Timur
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 10:43 WIB
loading...
Stafsus Wapres KH. Maruf Amin ini sekaligus Sekjen MPN Pemuda Pancasila Arif Rahman keberhasilan pelaksanaan PON XX Papua 2021 merupakan bukti negara hadir di Indonesia timur. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Keberhasilan pelaksanaan PON XX Papua 2021 mendapatkan beragam apresiasi. Bahkan, kesuksesan perhelatan olahraga tersebut dinilai sebagai sebuah prestasi dari Menteri Pemuda Olahraga (Menpora) Zainudin Amali.
Hal itu diungkapkan Sekjen MPN Pemuda Pancasila Arif Rahman. Dia menilai PON XX Papua bukan sekedar prestasi olahraga, tetapi juga capaian kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara utuh dan jadi bukti bahwa negara hadir di Indonesia timur.
Arif pun mengapresiasi kesuksesan gelaran olahraga nasional di Papua di tengah isu soal keamanan dan separatisme. Menpora berhasil membuktikan kalau olahraga itu mempersatukan. "Pilihan penyelenggaraan PON di Papua sungguh langkah tepat. Apalagi selama ini Papua dan Indonesia timur termasuk penyumbang atlet kaliber internasional. Tetapi, sejak Indonesia berdiri belum pernah ada PON di Papua. Bahkan untuk Indonesia timur pun ini kali kedua,” ujar Arif di Jakarta, Jumat (22/10/2021). Baca juga: Wapres Ma’ruf Amin Apresiasi Menpora Amali Beri Dukungan Luar Biasa bagi PON XX Papua
Stafsus Wapres KH. Maruf Amin ini menjelaskan, kesiapan venue dan pergelaran yang tertib menunjukkan koordinasi yang optimal dari Menpora. Sehingga kegiatan yang digadang-gadang memiliki selebrasi pembukaan setara Asian Games, ini berjalan lancar. Menurutnya ini menjadi semacam etalase bagi dunia luar tentang pembangunan di Papua. "Adanya pandangan negatif terhadap kinerja Menpora, akibat mereka tidak objektif dalam menilai kinerja Zainudin Amali. Saya minta pihak yang rajin nyinyir terhadap kinerja Menpora agar berpikir objektif dan melihat capaian yang dilakukan oleh Menpora," ujarnya.
Hanya berselang hari katanya, dunia olahraga Indonesia kembali memberikan berita bahagia. Tim Thomas Indonesia berhasil membawa pulang Piala Thomas yang telah berkelana 19 tahun. "Terakhir Tim Bulutangkis pria Indonesia mendapat piala bergengsi ini tahun 2002. Berkat pembinaan yang baik dan terukur, kini piala prestisius itu kembali ke pangkuan ibu pertiwi," ungkap Arif. Baca juga: Sakti, Nyawa Orang Nomor 1 di TNI AD Ini Selamat Meski Diberondong Tembakan
Meskipun ada insiden Merah Putih tidak boleh dikibarkan saat penganugerahan Piala Thomas 2021. Hal ini akibat dari lambatnya Lembaga Anti Doping Indonesia (LIDA) merespons surat teguran dari World Anti-Doping Agency (WADA). Oleh WADA, Indonesia dianggap belum patuh terhadap prosedur penanganan doping di Tanah Air. Salah satu sebabnya terkait pengambilan sampel atlet.
Hal itu diungkapkan Sekjen MPN Pemuda Pancasila Arif Rahman. Dia menilai PON XX Papua bukan sekedar prestasi olahraga, tetapi juga capaian kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara utuh dan jadi bukti bahwa negara hadir di Indonesia timur.
Arif pun mengapresiasi kesuksesan gelaran olahraga nasional di Papua di tengah isu soal keamanan dan separatisme. Menpora berhasil membuktikan kalau olahraga itu mempersatukan. "Pilihan penyelenggaraan PON di Papua sungguh langkah tepat. Apalagi selama ini Papua dan Indonesia timur termasuk penyumbang atlet kaliber internasional. Tetapi, sejak Indonesia berdiri belum pernah ada PON di Papua. Bahkan untuk Indonesia timur pun ini kali kedua,” ujar Arif di Jakarta, Jumat (22/10/2021). Baca juga: Wapres Ma’ruf Amin Apresiasi Menpora Amali Beri Dukungan Luar Biasa bagi PON XX Papua
Stafsus Wapres KH. Maruf Amin ini menjelaskan, kesiapan venue dan pergelaran yang tertib menunjukkan koordinasi yang optimal dari Menpora. Sehingga kegiatan yang digadang-gadang memiliki selebrasi pembukaan setara Asian Games, ini berjalan lancar. Menurutnya ini menjadi semacam etalase bagi dunia luar tentang pembangunan di Papua. "Adanya pandangan negatif terhadap kinerja Menpora, akibat mereka tidak objektif dalam menilai kinerja Zainudin Amali. Saya minta pihak yang rajin nyinyir terhadap kinerja Menpora agar berpikir objektif dan melihat capaian yang dilakukan oleh Menpora," ujarnya.
Hanya berselang hari katanya, dunia olahraga Indonesia kembali memberikan berita bahagia. Tim Thomas Indonesia berhasil membawa pulang Piala Thomas yang telah berkelana 19 tahun. "Terakhir Tim Bulutangkis pria Indonesia mendapat piala bergengsi ini tahun 2002. Berkat pembinaan yang baik dan terukur, kini piala prestisius itu kembali ke pangkuan ibu pertiwi," ungkap Arif. Baca juga: Sakti, Nyawa Orang Nomor 1 di TNI AD Ini Selamat Meski Diberondong Tembakan
Meskipun ada insiden Merah Putih tidak boleh dikibarkan saat penganugerahan Piala Thomas 2021. Hal ini akibat dari lambatnya Lembaga Anti Doping Indonesia (LIDA) merespons surat teguran dari World Anti-Doping Agency (WADA). Oleh WADA, Indonesia dianggap belum patuh terhadap prosedur penanganan doping di Tanah Air. Salah satu sebabnya terkait pengambilan sampel atlet.
Lihat Juga :