Wapres: Salah Satu Cara Hilangkan Kemiskinan dengan Pemberdayaan Umat
Rabu, 20 Oktober 2021 - 08:25 WIB
loading...
akil Presiden (Wapres) Maruf Amin. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak terhadap peningkatan angka kemiskinan di Indonesia. Salah satu cara untuk menghilangkan kemiskinan tersebut melalui pemberdayaan umat.
Baca juga: BUMDes Salah Satu Kunci Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem
"Pemberdayaan ini harus menjadi bagian tugas kita. Karena kita memang diperintahkan untuk membangun umat ini dan juga bagian dari agama," kata Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin saat menghadiri secara daring Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H, Selasa 19 Oktober 2021.
Baca juga: Gus Muhaimin Ajak Semua Pihak Atasi Kemiskinan Ekstrem
Dalam acara yang digelar secara hybrid (perpaduan luring dan daring) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Wapres mengungkapkan, pemberdayaan dimaksud semakin terbuka bagi umat Islam seiring pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang dijalankan pemerintah saat ini.
"Dunia pesantren secara khusus memiliki kesempatan yang lebih luas untuk terlibat dalam pemberdayaan ekonomi, baik di sektor keuangan maupun riil. Saya bergembira bahwa di kalangan masyarakat sudah mulai dikembangkan, di kalangan pesantren sudah muncul gerakan OPOP (One Pesantren One Product)," ungkap Wapres.
"Di pesantren sudah mulai dikembangkan berbagai kegiatan, baik yang sifatnya sektor keuangan, seperti bank wakaf yang diinisiasi pemerintah dan BMT-BMT. Maupun yang sektor riil dengan berbagai produk-produk. Saya lihat di beberapa daerah bahkan sudah banyak yang mulai diekspor," sambungnya.
Baca juga: BUMDes Salah Satu Kunci Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem
"Pemberdayaan ini harus menjadi bagian tugas kita. Karena kita memang diperintahkan untuk membangun umat ini dan juga bagian dari agama," kata Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin saat menghadiri secara daring Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H, Selasa 19 Oktober 2021.
Baca juga: Gus Muhaimin Ajak Semua Pihak Atasi Kemiskinan Ekstrem
Dalam acara yang digelar secara hybrid (perpaduan luring dan daring) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Wapres mengungkapkan, pemberdayaan dimaksud semakin terbuka bagi umat Islam seiring pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang dijalankan pemerintah saat ini.
"Dunia pesantren secara khusus memiliki kesempatan yang lebih luas untuk terlibat dalam pemberdayaan ekonomi, baik di sektor keuangan maupun riil. Saya bergembira bahwa di kalangan masyarakat sudah mulai dikembangkan, di kalangan pesantren sudah muncul gerakan OPOP (One Pesantren One Product)," ungkap Wapres.
"Di pesantren sudah mulai dikembangkan berbagai kegiatan, baik yang sifatnya sektor keuangan, seperti bank wakaf yang diinisiasi pemerintah dan BMT-BMT. Maupun yang sektor riil dengan berbagai produk-produk. Saya lihat di beberapa daerah bahkan sudah banyak yang mulai diekspor," sambungnya.
Lihat Juga :