IDI Sebut Gelombang Ketiga Covid-19 Berpotensi Terjadi Februari atau Maret 2022
Minggu, 17 Oktober 2021 - 05:43 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga, potensi klaster Covid-19 akibat pembukaan aktivitas. Zubairi mengatakan, pembukaan sekolah tatap muka juga ternyata menyebabkan beberapa klaster. Ditambah lagi penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang mendeteksi adanya 83 orang positif Covid-19 yang bisa menimbulkan klaster penularan.
"Belum lagi tempat pariwisata dibuka, sekarang bayangin saja yang ke Puncak itu banyak banget," kata Zubairi.
Baca juga: Belajar dari Sebelumnya, Persiapan Pemerintah Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 Lebih Kuat
Meski begitu, Zubairi berharap agar tidak terjadi gelombang ketiga di tahun depan namun akan berubah dari pandemi Covid-19 menjadi endemi.
"Semoga tahun depan bukan gelombang ketiga, namun endemi. Artinya hanya ada di satu daerah, di provinsi kemudian nanti hilang, kemudian muncul lagi di tempat lain. Itu harapan dan doa kita agar pandemi yang ketiga, gelombang ketiga ini tidak muncul, namun semoga menjadi endemi," kata Zubairi.
"Belum lagi tempat pariwisata dibuka, sekarang bayangin saja yang ke Puncak itu banyak banget," kata Zubairi.
Baca juga: Belajar dari Sebelumnya, Persiapan Pemerintah Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 Lebih Kuat
Meski begitu, Zubairi berharap agar tidak terjadi gelombang ketiga di tahun depan namun akan berubah dari pandemi Covid-19 menjadi endemi.
"Semoga tahun depan bukan gelombang ketiga, namun endemi. Artinya hanya ada di satu daerah, di provinsi kemudian nanti hilang, kemudian muncul lagi di tempat lain. Itu harapan dan doa kita agar pandemi yang ketiga, gelombang ketiga ini tidak muncul, namun semoga menjadi endemi," kata Zubairi.
(abd)
Lihat Juga :