Wapres Sebut Ada 28.000 Anak Yatim Piatu Akibat Pandemi Covid-19
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 13:16 WIB
loading...
A
A
A
Para donatur merupakan penyokong penting program penyantunan dalam rangka membangun kemandirian anak yatim piatu. Kontribusi ini tentu patut pula diapresiasi. “Saya juga mengapresiasi peran para donatur yang telah mendukung program [penyantunan] ini, karena telah turut membesarkan optimisme kita bahwa masa depan generasi muda kita tidak akan pupus. Sebagaimana panutan kita bersama, Baginda Rasulullah Muhammad SAW, yang merupakan contoh nyata kisah sukses perjuangan anak yatim yang kemudian berhasil membawa kebangkitan peradaban di Jaziratul Arab hingga menyebar di seluruh penjuru dunia,” sambungnya.
Seiring dengan aksi solidaritas dari para donatur tersebut, diharapkan LAZ mampu mengelola dana Ziswaf yang terkumpul secara profesional demi mewujudkan kemandirian anak yatim piatu. “Saya memiliki harapan besar agar lembaga-lembaga amil zakat berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat) dalam mengelola dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf dan dalam menyalurkan atau pemanfaatannya secara nyata dan terpercaya seperti dalam membangun kemandirian anak yatim dhuafa,” pinta Wapres.
Mengakhiri sambutannya, Wapres secara khusus meminta Yayasan Yatim Mandiri beserta seluruh komponen terkait untuk tetap istikamah dalam memelihara anak yatim piatu. “Semoga seluruh pembina dan pengurus Yayasan, jajaran direksi, dan segenap donatur, serta anak-anak yatim dhuafa binaan Yatim Mandiri tetap sehat, semangat, dan istikamah dalam mengemban tugas dan amanah yang diberikan,” tuturnya.
Sebagai informasi, acara ini berlangsung secara hybrid yakni, perpaduan luring dan daring dengan melibatkan sekitar 1.000 anak yatim duafa yang tersebar di 46 lokasi di berbagai daerah di Indonesia, sebagai bentuk kepedulian sosial pada masa pandemi COVID-19. Dalam acara tersebut, Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar serta Staf Khusus Wapres Bambang Widianto, Masduki Baidlowi, dan Masykuri Abdillah.
Seiring dengan aksi solidaritas dari para donatur tersebut, diharapkan LAZ mampu mengelola dana Ziswaf yang terkumpul secara profesional demi mewujudkan kemandirian anak yatim piatu. “Saya memiliki harapan besar agar lembaga-lembaga amil zakat berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat) dalam mengelola dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf dan dalam menyalurkan atau pemanfaatannya secara nyata dan terpercaya seperti dalam membangun kemandirian anak yatim dhuafa,” pinta Wapres.
Mengakhiri sambutannya, Wapres secara khusus meminta Yayasan Yatim Mandiri beserta seluruh komponen terkait untuk tetap istikamah dalam memelihara anak yatim piatu. “Semoga seluruh pembina dan pengurus Yayasan, jajaran direksi, dan segenap donatur, serta anak-anak yatim dhuafa binaan Yatim Mandiri tetap sehat, semangat, dan istikamah dalam mengemban tugas dan amanah yang diberikan,” tuturnya.
Sebagai informasi, acara ini berlangsung secara hybrid yakni, perpaduan luring dan daring dengan melibatkan sekitar 1.000 anak yatim duafa yang tersebar di 46 lokasi di berbagai daerah di Indonesia, sebagai bentuk kepedulian sosial pada masa pandemi COVID-19. Dalam acara tersebut, Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar serta Staf Khusus Wapres Bambang Widianto, Masduki Baidlowi, dan Masykuri Abdillah.
(cip)
Lihat Juga :