Mantan Napi Teroris: Tanpa Bimbingan Densus 88 Antiteror, Kami Bisa Kembali Radikal
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 20:51 WIB
loading...
A
A
A
Dia bersyukur lantaran Martinus bukan hanya mensupport pendirian yayasan itu, tapi juga memantaunya. Alhasil, dia pun selalu ingat dengan pernyataan Martinus yang ingin menyejahterakan para mantan napiter tersebut selama tidak kembali melawan hukum.
Maka itu, tambahnya, bantuan Densus 88 yang tak setengah hati tersebut pada para mantan napiter, tak terkecuali dia, bisa membuatnya kembali diterima oleh masyarakat dengan baik. Dia pun menilai cara yang dilakukan Kadensus dalam menangani para mantan napiter terorisme itu bukanlah menyentuh fisik, melainkan menggunakan hati.
"Saya mengalami sendiri saat kembali ke masyarakat mereka acuh, karena itu di hati ada dendam. Kalau cuma dipantau lembaga negara nggak akan bisa. Sakit hati kita, saat berbuat baik, diomongin sakit hati. Inilah faktor makanya ada yang kembali ke garis keras," katanya.
Maka itu, tambahnya, bantuan Densus 88 yang tak setengah hati tersebut pada para mantan napiter, tak terkecuali dia, bisa membuatnya kembali diterima oleh masyarakat dengan baik. Dia pun menilai cara yang dilakukan Kadensus dalam menangani para mantan napiter terorisme itu bukanlah menyentuh fisik, melainkan menggunakan hati.
"Saya mengalami sendiri saat kembali ke masyarakat mereka acuh, karena itu di hati ada dendam. Kalau cuma dipantau lembaga negara nggak akan bisa. Sakit hati kita, saat berbuat baik, diomongin sakit hati. Inilah faktor makanya ada yang kembali ke garis keras," katanya.
(cip)
Lihat Juga :