Mantan Napi Teroris: Tanpa Bimbingan Densus 88 Antiteror, Kami Bisa Kembali Radikal
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 20:51 WIB
loading...
Penyintas terorisme Hendi Suhartono mengatakan, tanpa bimbingan Densus 88 Antiteror para napi teroris bisa kembali radikal. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Penyintas terorisme Hendi Suhartono turut mengomentari pernyataan anggota DPR RI Fadli Zon yang meminta Densus 88 Antiteror Polri dibubarkan.
”Jika tak ada Densus 88, tidak ada satuan khusus yang memberikan pendampingan dan mencarikan solusi pada mantan napi terorisme. Kalau Densus tak ada, orang-orang seperti saya siapa yang mau pegang," ujar Hendi dalam diskusi yang digelar Jakarta Journalist Center bertajuk "Kenapa Densus 88 Penting", Jumat (15/10/2021)
Saat keluar dari lapas, kata Hendi, para napi terorisme bisa saja kembali bergabung menjadi radikal jika tak ada pendampingan dan pemberian solusi yang diberikan Densus 88. Di dalam lapas, para napiter terorisme mendapatkan ilmu agar bisa hidup lebih baik dan tak lagi terjerumus ke terorisme. Baca juga: Fadli Zon Minta Densus 88 Antiteror Dibubarkan, Polri: Kami Tetap Bekerja
Hendi lalu menceritakan tentang Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Irjen Pol Martinus Hukom yang pernah membantunya di awal-awal menjalani kehidupannya seusai bebas. Martinus mau membantu dari mulai pembangunan TK hingga pendirian Yayasan Hubul Wathon Indonesia.
"Setelah TK diresmikan, ketika itu Pak Martinus memberikan tantangan pada saya, bisa nggak membuat wadah orang-orang seperti kamu bisa sejahtera? setelah tantangan beliau tadi, saya kumpulkan teman-teman, kita buat Yayasan Hubul Wathon, cinta tanah air," tuturnya. Baca juga: Usul Densus 88 Dibubarkan, Fadli Zon Diminta Tabayun
”Jika tak ada Densus 88, tidak ada satuan khusus yang memberikan pendampingan dan mencarikan solusi pada mantan napi terorisme. Kalau Densus tak ada, orang-orang seperti saya siapa yang mau pegang," ujar Hendi dalam diskusi yang digelar Jakarta Journalist Center bertajuk "Kenapa Densus 88 Penting", Jumat (15/10/2021)
Saat keluar dari lapas, kata Hendi, para napi terorisme bisa saja kembali bergabung menjadi radikal jika tak ada pendampingan dan pemberian solusi yang diberikan Densus 88. Di dalam lapas, para napiter terorisme mendapatkan ilmu agar bisa hidup lebih baik dan tak lagi terjerumus ke terorisme. Baca juga: Fadli Zon Minta Densus 88 Antiteror Dibubarkan, Polri: Kami Tetap Bekerja
Hendi lalu menceritakan tentang Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Irjen Pol Martinus Hukom yang pernah membantunya di awal-awal menjalani kehidupannya seusai bebas. Martinus mau membantu dari mulai pembangunan TK hingga pendirian Yayasan Hubul Wathon Indonesia.
"Setelah TK diresmikan, ketika itu Pak Martinus memberikan tantangan pada saya, bisa nggak membuat wadah orang-orang seperti kamu bisa sejahtera? setelah tantangan beliau tadi, saya kumpulkan teman-teman, kita buat Yayasan Hubul Wathon, cinta tanah air," tuturnya. Baca juga: Usul Densus 88 Dibubarkan, Fadli Zon Diminta Tabayun
Lihat Juga :