Rachel Vennya Kabur dari Karantina, PKS: Jangan Ada Pembiaran
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 11:27 WIB
loading...
Kasus kaburnya selebgram Rachel Vennya dari masa karantina kesehatan di Wisma Atlet, Pademangan, Jakarta, menyita perhatian banyak pihak. Foto/Instagram
A
A
A
JAKARTA - Kasus kaburnya selebgram Rachel Vennya dari masa karantina kesehatan di Wisma Atlet, Pademangan, Jakarta, menyita perhatian banyak pihak. Terlebih, kaburnya Rachel dibantu oleh seorang oknum TNI.
Terkait hal itu, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah memberikan sanksi tegas kepada publik figur yang melarikan diri saat masa karantina usai melakukan perjalanan ke luar negeri. “Jangan ada pembiaran dan pembedaan sikap kepada siapapun. Apalagi yang melakukan ini seorang publik figur yang dijadikan contoh oleh masyarakat," kata Netty dalam keterangannya yang dikutip, Jumat (15/10/2021).
Anggota Komisi IX DPR RI ini menilai tindakan tegas penting dilakukan agar tidak terjadi kecemburuan sosial di masyarakat. Sebab, jika pemerintah tidak memberikan sanksi yang tegas apalagi cenderung didiamkan, hal ini dapat memicu kecemburuan sosial. "Jangan sampai rakyat berpikir bahwa pemerintah pilih-pilih dalam memberikan sanksi," katanya.
Baca juga: Satgas Sebut Proses Hukum Rachel Vennya Kabur dari Wisma Atlet Sedang Berjalan
Menurut Netty, pelanggaran protokol kesehatan oleh tokoh publik telah terjadi beberapa kali dan menjadi pemberitaan luas media. Seharusnya langkah klarifikasi dan penindakannya pun harus disebarluaskan ke publik juga.
Terkait hal itu, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah memberikan sanksi tegas kepada publik figur yang melarikan diri saat masa karantina usai melakukan perjalanan ke luar negeri. “Jangan ada pembiaran dan pembedaan sikap kepada siapapun. Apalagi yang melakukan ini seorang publik figur yang dijadikan contoh oleh masyarakat," kata Netty dalam keterangannya yang dikutip, Jumat (15/10/2021).
Anggota Komisi IX DPR RI ini menilai tindakan tegas penting dilakukan agar tidak terjadi kecemburuan sosial di masyarakat. Sebab, jika pemerintah tidak memberikan sanksi yang tegas apalagi cenderung didiamkan, hal ini dapat memicu kecemburuan sosial. "Jangan sampai rakyat berpikir bahwa pemerintah pilih-pilih dalam memberikan sanksi," katanya.
Baca juga: Satgas Sebut Proses Hukum Rachel Vennya Kabur dari Wisma Atlet Sedang Berjalan
Menurut Netty, pelanggaran protokol kesehatan oleh tokoh publik telah terjadi beberapa kali dan menjadi pemberitaan luas media. Seharusnya langkah klarifikasi dan penindakannya pun harus disebarluaskan ke publik juga.
Lihat Juga :