Manfaatkan Masa Reses ke Dapil, Legislator Golkar Ini Sasar Petani
Selasa, 12 Oktober 2021 - 22:27 WIB
loading...
A
A
A
Lamhot menilai potensi untuk meningkatkan produktivitas jagung di masyarakat sekitar Danau Toba ini sangat luar biasa. Sebab, bertani jagung bagi masyarakat di daerah tersebut adalah suatu kegiatan turun-temurun yang sudah dilakukan sejak lama oleh para petani tersebut.
"Sehingga, saat harga jagung sekarang yang sedang bagus karena bertepatan dengan momentum pemerintah stop importasi jagung maka komoditas jagung ini akan menjadi komoditas unggulan di daerah ini. Selain komoditas lain yang sudah berjalan dengan baik sejauh ini," kata Anggota Komisi VII DPR RI ini.
Dia menambahkan sebelum terjadi stop impor, harga jual jagung di tingkat petani hanya Rp2.500-3.000 per kilogram. Tapi, setelah terjadi stop impor, harga langsung naik di kisaran Rp5.000. Berarti, hampir naik dua kali lipat semenjak importasi disetop beberapa waktu lalu.
"Target kitasaya akan usahakan sampai Bulan Desember sampai 1.000 mesin. Saya akan fokus bantu kawasan Danau Toba ini di tujuh kabupaten ini. Target saya untuk kebutuhan nasional paling tidak 1/4 ton yang bisa dikontribusikan. Jadi, itulah tentang jagung yang bisa saya jelaskan kenapa jagung," pungkasnya. Baca juga: Dipecat KPK, Heryanto Isi Waktu Renovasi Rumah Orang Tua Agar Tidak Ngontrak
Adapun pemberian mesin pemipil jagung ini hasil dari kerja sama dengan beberapa BUMN, seperti PT Inalum, PT Indofarma, dan PTPN III dan IV. Ke depan, Lamhot berupaya agar beberapa pihak seperti SKK Migas dan Bank BRI dan Himbara bisa terlibat dalam program CSR tersebut.
"Sehingga, saat harga jagung sekarang yang sedang bagus karena bertepatan dengan momentum pemerintah stop importasi jagung maka komoditas jagung ini akan menjadi komoditas unggulan di daerah ini. Selain komoditas lain yang sudah berjalan dengan baik sejauh ini," kata Anggota Komisi VII DPR RI ini.
Dia menambahkan sebelum terjadi stop impor, harga jual jagung di tingkat petani hanya Rp2.500-3.000 per kilogram. Tapi, setelah terjadi stop impor, harga langsung naik di kisaran Rp5.000. Berarti, hampir naik dua kali lipat semenjak importasi disetop beberapa waktu lalu.
"Target kitasaya akan usahakan sampai Bulan Desember sampai 1.000 mesin. Saya akan fokus bantu kawasan Danau Toba ini di tujuh kabupaten ini. Target saya untuk kebutuhan nasional paling tidak 1/4 ton yang bisa dikontribusikan. Jadi, itulah tentang jagung yang bisa saya jelaskan kenapa jagung," pungkasnya. Baca juga: Dipecat KPK, Heryanto Isi Waktu Renovasi Rumah Orang Tua Agar Tidak Ngontrak
Adapun pemberian mesin pemipil jagung ini hasil dari kerja sama dengan beberapa BUMN, seperti PT Inalum, PT Indofarma, dan PTPN III dan IV. Ke depan, Lamhot berupaya agar beberapa pihak seperti SKK Migas dan Bank BRI dan Himbara bisa terlibat dalam program CSR tersebut.
(kri)
Lihat Juga :