Cerita Sedih Prajurit TNI, Amankan Pulau Terluar dengan Menumpang Perahu Warga
Selasa, 12 Oktober 2021 - 10:06 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kerahkan Prajurit TNI, Subkogartap 0618 Vaksinasi Ribuan Warga Bandung
Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama anggota Komisi I DPR RI Itet Tridjajati Sumarijanto menyoroti pulau-pulau terluar Sulut yang kerap mengalami berbagai ancaman keamanan dan tindakan criminal. Itet pun mempertanyakan pengawasan terhadap 228 pulau tak berpenghuni di wilayah Sulut.
“Karena ingat kasus dulu, Malaysia mengambil Pulau Sipadan dan Ligitan, alasannya karena tidak berpenghuni kemudian mereka mau membangun, sehingga pada saat diplomasi perlu diketahui ada kesepakatan ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) sepanjang 200 mil (321,8 km) yang diukur dari pangkal wilayah laut Indonesia. Walaupun mereka ingin membangun sebenarnya mereka ilegal,” kata Itet.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto menyatakan, Komisi I DPR RI akan memperjuangkan terbentuknya Batalyon Infanteri (Yonif) untuk Korem131/Santiago. Mengingat Korem 131/Santiago mempunyai wilayah pembinaan potensi kekuatan teritorial di wilayah Sulut yang terdiri dari 4 kota dan 11 kabupaten.
“Jadi (di Sulut) ada tiga korem. Dua korem sudah punya batalyon, di mana Korem 131/Santiago yang kita kunjungi, tidak memiliki batalyon. Tentu kita sangat prihatin dan kita akan perjuangkan bersama Komisi I DPR untuk mendapatkan anggarannya sehingga bisa terbentuk Batalyon di Korem 131/Santiago,” kata Anton.
Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama anggota Komisi I DPR RI Itet Tridjajati Sumarijanto menyoroti pulau-pulau terluar Sulut yang kerap mengalami berbagai ancaman keamanan dan tindakan criminal. Itet pun mempertanyakan pengawasan terhadap 228 pulau tak berpenghuni di wilayah Sulut.
“Karena ingat kasus dulu, Malaysia mengambil Pulau Sipadan dan Ligitan, alasannya karena tidak berpenghuni kemudian mereka mau membangun, sehingga pada saat diplomasi perlu diketahui ada kesepakatan ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) sepanjang 200 mil (321,8 km) yang diukur dari pangkal wilayah laut Indonesia. Walaupun mereka ingin membangun sebenarnya mereka ilegal,” kata Itet.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto menyatakan, Komisi I DPR RI akan memperjuangkan terbentuknya Batalyon Infanteri (Yonif) untuk Korem131/Santiago. Mengingat Korem 131/Santiago mempunyai wilayah pembinaan potensi kekuatan teritorial di wilayah Sulut yang terdiri dari 4 kota dan 11 kabupaten.
“Jadi (di Sulut) ada tiga korem. Dua korem sudah punya batalyon, di mana Korem 131/Santiago yang kita kunjungi, tidak memiliki batalyon. Tentu kita sangat prihatin dan kita akan perjuangkan bersama Komisi I DPR untuk mendapatkan anggarannya sehingga bisa terbentuk Batalyon di Korem 131/Santiago,” kata Anton.
(muh)
Lihat Juga :