Jokowi dan Iriana Jalan Kaki 500 Meter Susuri Hutan Mangrove Bali

Jum'at, 08 Oktober 2021 - 12:55 WIB
Jokowi dan Iriana Jalan Kaki 500 Meter Susuri Hutan Mangrove Bali
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana meninjau hutan mangrove di Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (8/10/2021). Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) melakukan kunjungan kerja ke Bali, Jumat (8/10/2021). Jokowi langsung meninjau hutan mangrove di Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Kabupaten Badung.

Di Taman Hutan Raya itu, Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Hartono Prawiraatmaja, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Wakil Menteri LHK Alue Dohong. Mereka berjalan kaki di atas jembatan kayu menelusuri kawasan hutan mangrove sejauh 500 meter hingga menara pandang.

Sambil berjalan kaki, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana mendapatkan penjelasan dari pengelola Taman Hutan Raya Komang Tri tentang kawasan hutan mangrove tersebut. Komang Tri mengatakan kawasan hutan mangrove tersebut direhabilitasi sejak tahun 1992.

"Luas kawasan ini sebesar 268 hektare. Sebelumnya merupakan lahan eks tambak ikan dan udang yang terbengkalai. Sejak 1992 direhabilitasi dan berhasil dengan baik. Saat ini terdapat 92 jenis burung dan 33 jenis tanaman mangrove," kata Komang Tri dilansir dari rilis Biro Pers Sekretariat Presiden.



Baca juga: Hamdan Zoelva: Saksi Kubu KLB Tak Tahu Ada Verifikasi di Kongres Deli Serdang

Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas lahan mangrove di Provinsi Bali mencapai 2.143,97 hektare. 19 hektare di antaranya termasuk kategori kerapatan jarang, serta masih terdapat habitat mangrove yang berpotensi dapat ditanami seluas 263 hektare.

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar menjelaskan keberhasilan konservasi hutan mangrove di Mangrove Conservation Forest beriringan dengan alih usaha dari budidaya tambak menjadi multi usaha lain berbasis ekosistem mangrove, seperti budidaya ikan tangkap, hasil pengolahan produk mangrove nonkayu, serta pariwisata.

Upaya itu menunjukkan bahwa pemulihan ekosistem mangrove dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal maupun regional. Dari kunjungan kerja ini juga diharapkan dapat diperoleh gambaran mengenai prestasi dan komitmen ekonomi hijau Indonesia yang dapat ditunjukkan kepada para anggota delegasi G20 pada KTT G20 tahun 2022 di Bali.
(rca)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1424 seconds (10.177#12.26)