Indonesia Jangan Ragu Ikuti Jejak Selandia Baru Turunkan Prevalensi Merokok
Minggu, 03 Oktober 2021 - 19:02 WIB
loading...
A
A
A
"Pemerintah harus terbuka untuk menerapkan solusi ini (produk tembakau alternatif) sebagai pelengkap upaya yang telah ada. Cerita sukses dan presedennya telah ada," katanya.
Baca juga: 3 Rekomendasi Produk Tembakau Alternatif untuk Berhenti Merokok
Untuk semakin memperkuat keyakinan dalam mendukung penggunaan produk tembakau alternatif, pemerintah juga harus mendorong riset independen di dalam negeri. Hasil riset tersebut nantinya dapat menjadi acuan dalam mengeluarkan kebijakan yang terkait dengan mengurangi prevalensi merokok. Riset ini juga berfungsi untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat dalam bersikap yang berdasarkan fakta ilmiah.
"Yang perlu digarisbawahi, riset harus dilakukan secara independen, namun transparan dan partisipatif melibatkan juga konsumen, akademisi, dan dunia usaha," katanya.
Sejauh ini, menurut Bimmo, program yang telah dijalankan pemerintah dalam menekan prevalensi merokok belum membuahkan hasil signifikan. Oleh sebab itu diperlukan solusi yang berbeda untuk mengurangi masalah merokok yang kompleksitasnya tinggi melalui dukungan penggunaan produk tembakau alternatif.
"Terbuka terhadap inovasi teknologi merupakan kunci. Praktik baik di negara-negara yang punya profil perokok serupa patut dijadikan pertimbangan," katanya.
Baca juga: 3 Rekomendasi Produk Tembakau Alternatif untuk Berhenti Merokok
Untuk semakin memperkuat keyakinan dalam mendukung penggunaan produk tembakau alternatif, pemerintah juga harus mendorong riset independen di dalam negeri. Hasil riset tersebut nantinya dapat menjadi acuan dalam mengeluarkan kebijakan yang terkait dengan mengurangi prevalensi merokok. Riset ini juga berfungsi untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat dalam bersikap yang berdasarkan fakta ilmiah.
"Yang perlu digarisbawahi, riset harus dilakukan secara independen, namun transparan dan partisipatif melibatkan juga konsumen, akademisi, dan dunia usaha," katanya.
Sejauh ini, menurut Bimmo, program yang telah dijalankan pemerintah dalam menekan prevalensi merokok belum membuahkan hasil signifikan. Oleh sebab itu diperlukan solusi yang berbeda untuk mengurangi masalah merokok yang kompleksitasnya tinggi melalui dukungan penggunaan produk tembakau alternatif.
"Terbuka terhadap inovasi teknologi merupakan kunci. Praktik baik di negara-negara yang punya profil perokok serupa patut dijadikan pertimbangan," katanya.
Lihat Juga :