Operasional Pertamina Terintegrasi, Dorong Keandalan Energi Negeri
Rabu, 29 September 2021 - 15:28 WIB
loading...
Terminal LPG di Wayame, Ambon Provinsi Maluku dengan kapasitas total 2.000 Matrik Ton (MT)
A
A
A
JAKARTA - Setelah restrukturisasi di tubuh Pertamina Group tuntas, operasional perseroan menjadi semakin terintegrasi sehingga mendorong keandalan dan kemandirian energi di seluruh pelosok negeri. Peran sebagai integrator operasional di tingkat Holding ini dijalankan oleh Direktorat Logistik & Infrastruktur (Direktorat L&I) sebagai tulang punggungnya.
Direktorat L&I Pertamina Group berfokus pada optimasi aktivitas suplai dan distribusi serta pengembangan infrastruktur logistik dan sinergi pengembangan infrastruktur lintas Sub-Holding. Peran penting lainnya adalah mengawal berjalannya seluruh Program Penugasan Pemerintah termasuk Program Strategis Nasional (PSN) serta pada saat yang sama memonitoring penyaluran dan pendistribusian BBM & LPG serta pengelolaan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).
Direktur Logistik & Infrastruktur Pertamina Mulyono menegaskan, sebagai integrator operasional Pertamina Group, Direktorat L&I berperan penting dalam mengintegrasikan infrastruktur energi baik yang existing maupun roadmap ke depannya.
“Dalam rangka mendapatkan benefit dan cost yang optimal bagi Pertamina Group, maka diperlukan roadmap pengembangan infrastruktur logistik yang aligned secara end-to-end dari upstream, midstream, dan downstream. Hal ini juga harus match dengan kebutuhan demand untuk aktivitas suplai & distribusi serta evaluasi potensi sinergi infrastruktur logistik cross Subholding yang sejalan dengan kebijakan energy mix ke depannya,” ujarnya.
Pascarestrukturisasi, imbuh Mulyono, Direktorat L&I harus mampu menjalankan peran sebagai integrator operasional untuk memastikan seluruh lini bisnis terintegrasi dari hulu hingga hilir, sehingga operasional lebih efektif dan efisien.
Direktorat L&I Pertamina Group berfokus pada optimasi aktivitas suplai dan distribusi serta pengembangan infrastruktur logistik dan sinergi pengembangan infrastruktur lintas Sub-Holding. Peran penting lainnya adalah mengawal berjalannya seluruh Program Penugasan Pemerintah termasuk Program Strategis Nasional (PSN) serta pada saat yang sama memonitoring penyaluran dan pendistribusian BBM & LPG serta pengelolaan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).
Direktur Logistik & Infrastruktur Pertamina Mulyono menegaskan, sebagai integrator operasional Pertamina Group, Direktorat L&I berperan penting dalam mengintegrasikan infrastruktur energi baik yang existing maupun roadmap ke depannya.
“Dalam rangka mendapatkan benefit dan cost yang optimal bagi Pertamina Group, maka diperlukan roadmap pengembangan infrastruktur logistik yang aligned secara end-to-end dari upstream, midstream, dan downstream. Hal ini juga harus match dengan kebutuhan demand untuk aktivitas suplai & distribusi serta evaluasi potensi sinergi infrastruktur logistik cross Subholding yang sejalan dengan kebijakan energy mix ke depannya,” ujarnya.
Pascarestrukturisasi, imbuh Mulyono, Direktorat L&I harus mampu menjalankan peran sebagai integrator operasional untuk memastikan seluruh lini bisnis terintegrasi dari hulu hingga hilir, sehingga operasional lebih efektif dan efisien.
Lihat Juga :