Pemuda Muhammadiyah: Ade Armando Jangan Over Acting
Senin, 01 Juni 2020 - 23:59 WIB
loading...
Ade Armando disomasi oleh Kokam Jawa Tengah atas postingannya di media sosia Facebook. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua Hukum dan Hak Asasi Manusia Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah , Razikin membenarkan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Jawa Tengah melayangkan somasi ke Ade Armando, akademisi
Razikin membeberkan pernyataan pria yang dikenal sebagai dosen Universitas Indonesia (UI)itu di media sosial Facebook yang membuat Kokam Jawa Tengah keberatan.
Dalam postingannya di Facebook, kata dia, Ade Armando menulis Isu pemakzulan Presiden digulirkan Muhammadiyah. Keynote Speakernya Din Syamsudin, si dungu yang bilang konser virtual Corona menunjukkan pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat.
"Itulah status Facebook atas nama Ade Armando. Tentu saja status itu menuai kecaman dari warga Muhammadiyah," ujar Razikin kepada SINDOnews, Senin (1/6/2020).
Razikin berpendapat, ada dua hal yang perlu disampaikan pihaknya, yakni penyelenggara Webinar Nasional yang digelar Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (Mahutama) dan Kolegium Jurist Institute (KJI) bertajuk Menyoal Kebebasan Berpendapat dan Konstitusionalitas Pemakzulan Presiden di era Pandemi Covid-19 siang tadi sama sekali tidak ada hubungannya secara organisatoris dengan Muhammadiyah.
"Karena itu salah besar Ade Armando menuding Muhammadiyah menggulirkan isu pemakzulan Presiden," ungkap Razikin.(Baca juga: Din Syamsuddin: Kebebasan Berpendapat Itu Hak Manusia )
Dia melanjutkan, Muhammadiyah tidak pernah berpikir atau memiliki niat sedikit pun memakzulkan Presiden yang sah. "Kami di Muhammadiyah khususnya Pemuda Muhammadiyah yang menjadi bagian integral dari Muhammadiyah sangat menghormati Presiden yang sedang memimpin," ujarnya.
Razikin membeberkan pernyataan pria yang dikenal sebagai dosen Universitas Indonesia (UI)itu di media sosial Facebook yang membuat Kokam Jawa Tengah keberatan.
Dalam postingannya di Facebook, kata dia, Ade Armando menulis Isu pemakzulan Presiden digulirkan Muhammadiyah. Keynote Speakernya Din Syamsudin, si dungu yang bilang konser virtual Corona menunjukkan pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat.
"Itulah status Facebook atas nama Ade Armando. Tentu saja status itu menuai kecaman dari warga Muhammadiyah," ujar Razikin kepada SINDOnews, Senin (1/6/2020).
Razikin berpendapat, ada dua hal yang perlu disampaikan pihaknya, yakni penyelenggara Webinar Nasional yang digelar Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (Mahutama) dan Kolegium Jurist Institute (KJI) bertajuk Menyoal Kebebasan Berpendapat dan Konstitusionalitas Pemakzulan Presiden di era Pandemi Covid-19 siang tadi sama sekali tidak ada hubungannya secara organisatoris dengan Muhammadiyah.
"Karena itu salah besar Ade Armando menuding Muhammadiyah menggulirkan isu pemakzulan Presiden," ungkap Razikin.(Baca juga: Din Syamsuddin: Kebebasan Berpendapat Itu Hak Manusia )
Dia melanjutkan, Muhammadiyah tidak pernah berpikir atau memiliki niat sedikit pun memakzulkan Presiden yang sah. "Kami di Muhammadiyah khususnya Pemuda Muhammadiyah yang menjadi bagian integral dari Muhammadiyah sangat menghormati Presiden yang sedang memimpin," ujarnya.
Lihat Juga :