Kemnaker Tinjau Lokasi Pilot Project Kawasan Agromaritim Teluk Weda
Senin, 27 September 2021 - 17:29 WIB
loading...
Dalam rangka mewujudkan program perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan tahun ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus bergerak cepat.
A
A
A
HALMAHERA TENGAH - Dalam rangka mewujudkan program perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan tahun ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus bergerak cepat. Melalui Staf Khusus Menaker Caswiyono Rushdie langsung meninjau Kawasan Agromaritim Teluk Weda yang berada di Desa Kulo Jaya, Kecamatan Weda Tengah, Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, pada Minggu (26/9/2021).
Kawasan Agromaritim Teluk Weda adalah salah satu dari lima lokasi pilot project program pengembangan perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan Kemnaker di tahun 2021, dengan karakteristik beragam.
Empat lokasi lainnya yaitu Kawasan Perhutanan Sosial Teluk Jambe di Karawang (Jawa Barat); Kawasan Agroforestri Dataran Tinggi Dieng di Banjarnegara dan Batang (Jawa Tengah); Kawasan Agroindustri Sei Mericim di Deli Serdang (Sumatera Utara); dan Kawasan Agrowisata Lido di Bogor dan Sukabumi (Jawa Barat).
"Perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan tahun 2021 ini sebagai upaya mentransformasikan program perluasan kesempatan kerja, dalam mengembangkan program tenaga kerja mandiri yang efektif untuk memperluas kesempatan kerja secara berkelanjutan," kata Caswiyono Rushdie saat berdialog dengan warga di Kantor Kepala Desa Kulo Jaya, Weda, Halteng.
Turut hadir dalam dialog tersebut Staf Khusus Menaker Titik Mas'udah, Direktur Bina Perluasan Kesempatan Kerja Kemnaker I Nyoman Darmanta, Direktur PPTKA Haryanto, Direktur Bina Peningkatan Produktivitas Ghazmahadi, Kepala BLK Ternate Muhammad Assegaf, Kepala Badan Pengelolaan Investasi Institut Pertanian Bogor (IPB) Zaenal Efendi, dan Kepala Desa Kulo Jaya, Fadli Siradjuddin; serta External Relations PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).
Caswiyono menjelaskan, sebagaimana arahan Menaker Ida Fauziyah, terpenting dalam pengembangan kesempatan kerja berbasis kawasan adalah adanya dukungan lintas sektor dan partisipasi stakeholder di Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, Lembaga Keuangan, dan Pihak Swasta.
"Sesuai arahan Bu Menteri Ida Fauziyah, pengembangan usaha terintegrasi ini juga akan dilakukan, mulai dari hulu hingga ke hilir. Mulai dari produksi, pengolahan hingga pemasaran sehingga dapat memungkinkan terjadinya sustainability (keberlanjutan) usaha untuk membentuk sebuah ekosistem perluasan kerja yang efektif dan berkelanjutan," ujarnya.
Kawasan Agromaritim Teluk Weda adalah salah satu dari lima lokasi pilot project program pengembangan perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan Kemnaker di tahun 2021, dengan karakteristik beragam.
Empat lokasi lainnya yaitu Kawasan Perhutanan Sosial Teluk Jambe di Karawang (Jawa Barat); Kawasan Agroforestri Dataran Tinggi Dieng di Banjarnegara dan Batang (Jawa Tengah); Kawasan Agroindustri Sei Mericim di Deli Serdang (Sumatera Utara); dan Kawasan Agrowisata Lido di Bogor dan Sukabumi (Jawa Barat).
"Perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan tahun 2021 ini sebagai upaya mentransformasikan program perluasan kesempatan kerja, dalam mengembangkan program tenaga kerja mandiri yang efektif untuk memperluas kesempatan kerja secara berkelanjutan," kata Caswiyono Rushdie saat berdialog dengan warga di Kantor Kepala Desa Kulo Jaya, Weda, Halteng.
Turut hadir dalam dialog tersebut Staf Khusus Menaker Titik Mas'udah, Direktur Bina Perluasan Kesempatan Kerja Kemnaker I Nyoman Darmanta, Direktur PPTKA Haryanto, Direktur Bina Peningkatan Produktivitas Ghazmahadi, Kepala BLK Ternate Muhammad Assegaf, Kepala Badan Pengelolaan Investasi Institut Pertanian Bogor (IPB) Zaenal Efendi, dan Kepala Desa Kulo Jaya, Fadli Siradjuddin; serta External Relations PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).
Caswiyono menjelaskan, sebagaimana arahan Menaker Ida Fauziyah, terpenting dalam pengembangan kesempatan kerja berbasis kawasan adalah adanya dukungan lintas sektor dan partisipasi stakeholder di Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, Lembaga Keuangan, dan Pihak Swasta.
"Sesuai arahan Bu Menteri Ida Fauziyah, pengembangan usaha terintegrasi ini juga akan dilakukan, mulai dari hulu hingga ke hilir. Mulai dari produksi, pengolahan hingga pemasaran sehingga dapat memungkinkan terjadinya sustainability (keberlanjutan) usaha untuk membentuk sebuah ekosistem perluasan kerja yang efektif dan berkelanjutan," ujarnya.
Lihat Juga :