PBNU Harus Perkuat Ajaran Aswaja di Pemerintahan

Minggu, 26 September 2021 - 12:24 WIB
loading...
PBNU Harus Perkuat Ajaran...
PBNU diusulkan untuk memperkuat ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di ranah publik. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) diusulkan untuk memperkuat ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di ranah publik. Termasuk di wilayah lembaga kenegaraan dan pemerintahan pusat maupun daerah serta di instansi-instansi strategis lainnya. Hal itu disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Jawa Timur M. Mas'ud Said dalam forum rapat Komisi Program Kerja Munas dan Kombes Nahdlatul Ulama di Jakarta, Sabtu, 25 November 2021.

Tokoh yang juga telah menyumbangkan pemikiran Peta Jalan NU Menuju Abad Kedua itu lantas mengingatkan agar proliferasi atau pengembangan ideologi yang dianggap sebagai salah satu penangkal radikalisme dan pemahaman Islam yang lebih damai dan sejuk itu ditopang dengan kodifikasi ajaran melalui penulisan buku Aswaja yang dapat dipelajari di kalangan umum dan sebagai bahan pendidikan keagamaan di masyarakat umum.

"Jadi, pada saat NU sudah memasuki abad kedua usianya, Aswaja yang mengajarkan Islam Wasathiyah dan akhlak keberagamaan yang pas dalam konteks bernegara dan berpemerintahan sudah harus bisa menjadi bagian kurikulum pendidikan kenegaraan dan keagamaan dengan memodernisasi lembaga lembaga pendidikannya," katanya dalam acara yang dibuka oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan diikuti oleh pengurus besar, pengurus wilayah NU, pimpinan Banom dan lembaga underbow NU, alim ulama dan cendekiawan kampus termasuk Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama ( ISNU ).

Baca juga: Said Aqil Siradj: Muktamar NU ke-34 Diputuskan Digelar Akhir Desember

Mas'ud Said juga menekankan pentingnya aplikasi mindset atau cara berfikir Aswaja dan akhlak atau cara bertindak Aswaja bagi pengurus dan aktifis NU di jajaran publik pemerintahan, warga NU di kalangan bisnis - korporasi, kader NU di jajaran pimpinan perdagangan dan industri serta cendekiawan di kampus-kampus. Mereka harus berperilaku sesuai dengan kaidah sebagaimana diajarkan ulama.

"Ke depan PBNU bersama ulama dan cendekiawannya seharusnya bisa memimpin dan menguasai mainstream ideologi kenegaraan dan cara keberagamaan yang wasthiyah, membawa keramahan hubungan antar pemeluk agama yang kuat di kancah internasional, terutama pada saat dunia sudah hampir kehilangan keadilan karena ideologi hubungan antar negaranya dan corak keagamaannya cenderung menimbulkan peperangan antar pemeluk agama," pungkas cendekiawan profesional yang hadir sebagai Dewan Pakar PP ISNU ini di acara yang juga dihadiri beberapa peserta dari Sulawesi Selatan, Kaltara dan pengurus Wilayah luar Jawa .

Munas Alim Ulama dan Kombes di Jakarta selama dua hari itu berlangsung khidmat. Acara itu dihadiri oleh seluruh komponen strategis PBNU, jajaran pimpinan Syuriah, Ketua PBNU dan pimpinan Banom dan Lembaga NU yang memutuskan rekomendasi penting lima tahun ke depan untuk perjalanan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia ini . Serta mempersiapkan Muktamar ke-34 pada Desember 2021 dengan beberapa syarat protokol kesehatan yang ketat dan kerja sama Satgas Covid-19 pusat dan daerah.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Paradoks NU: Ketika...
Paradoks NU: Ketika Membesar, Jangan Sampai Kehilangan Akar
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Kiai NU: Penjaga Tradisi...
Kiai NU: Penjaga Tradisi atau Agen Kultural?
PBNU: Iduladha 2026...
PBNU: Iduladha 2026 Jadi Pengingat Kemanusiaan di Tengah Dunia yang Terluka
Lembaga Falakiyah PBNU...
Lembaga Falakiyah PBNU Rilis Data Hilal, Iduladha Berpotensi Serentak 27 Mei 2026
Nahdliyin Muda Batang:...
Nahdliyin Muda Batang: Siapa pun Ketum PBNU Harus Bisa Memperkuat Posisi NU
Iduladha 1447 Hijriah,...
Iduladha 1447 Hijriah, PW ISNU Aceh Salurkan Hewan Kurban ke Tiga Kabupaten-Kota
Pesan Iduladha 2026...
Pesan Iduladha 2026 dari Ketum PBNU: Teguhkan Iman, Siap Berkorban demi Masa Depan Lebih Baik
Rekomendasi
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
Berita Terkini
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved