Polri Harus Evaluasi Strategi Keamanan di Papua Pascaserangan KKB ke Nakes

loading...
Polri Harus Evaluasi Strategi Keamanan di Papua Pascaserangan KKB ke Nakes
Kompolnas menyatakan Polri harus melakukan evaluasi kebijakan strategi keamanan di Papua. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan Polri harus melakukan evaluasi kebijakan strategi keamanan di Papua, menyusul serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap Tenaga Kesehatan (Nakes).

"Kebijakan dan strategi keamanan di Papua harus perbarui dan benahi," kata anggota Kompolnas Yusuf Warsyim dalam acara diskusi virtual Polemik MNC Trijaya bertajuk 'Peduli Lindungi Nakes Di Daerah Konflik', Jakarta, Sabtu (25/9/2021).

Yusuf menyebut, para nakes hanya menjalankan tugas kemanusiaan. Oleh karenanya pengamanan dan keselamatan jiwa nakes sangat bergantung pada strategi keamanan dari aparat kepolisian. "Mereka jalankan tugas kemanusiaan harus dilindungi. Dalam konteks ini perlindungan hukum dan kemanan sangat terhantung bagaimana kebijakan dan strategi keamanan di Papua ketika menghadapi KKB," ujar Yusuf. Baca juga: Diteror KKB, Evakuasi 17 Warga Distrik Kiwirok dengan Pesawat Dikawal Satgas Nemangkawi

Yusuf mengakui, Polri sebagai leading sector keamanan di Papua dibantu TNI sudah menjalankan tugasnya secara maksimal. Namun, memang harus ada evaluasi soal strategi keamanan dalam menghadapi kelompok separatis. "Polri tetap bertugas menjaga keamanan di Papua. Istilah KKB itukan pendekatannya penegakan hukum. Sampai sejauh ini Polri masih kerja profesional, tanggung jawab, ada sampai hari ni masih kondusif," ucap Yusuf. Baca juga: Senjata KKB Ternyata Dipasok Oknum ASN Pemkab Yahukimo



Seperti diketahui, sekelompok simpatisan KST menyerang dan membakar Puskesmas Kiwirok, pada Senin 13 September 2021 lalu. Suster Gabreilla Meilani, seorang tenaga kesehatan di Puskesmas Kiwirok, gugur dalam serangan tersebut. Serangan ini juga membuat empat nakes luka-luka dan seorang nakes bernama Gerald Sokoy belum ditemukan.

Sementara itu, 11 warga yang dievakuasi dari Distrik Kiwirok menggunakan pesawat terbang pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.00 WIT tiba di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua.
(cip)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top