Sekolah Tatap Muka dan Boleh Masuk Mal, Muhammadiyah: Lindungi Keselamatan Anak-anak
Kamis, 23 September 2021 - 06:05 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, kata Defy, sekolah juga harus membuka diri untuk menerima masukan dari masyarakat, termasuk orangtua siswa yang sifatnya mendukung terwujudnya herd immunity di lingkungan sekolah. Di sisi lain, Defy juga mengkritisi keputusan pemerintah yang diizinkan masuk mal meskipun belum divaksin. Menurut Defy, berbeda dengan belajar, kebutuhan anak-anak untuk masuk mal sebenarnya bukan sesuatu yang sangat mendesak. Karena itu, sebaiknya aktivitas anak di luar rumah tetap dibatasi setelah diberlakukannya sekolah tatap muka.
"Ingat bahwa pandemi ini belum benar-benar berakhir. Memang angkanya mereda dan kita harapkan terus menurun, tapi bukan berarti sudah hilang sehingga perlu bagi kita untuk tetap waspada. Mari lindungi anak-anak kita dari bahaya Covid-19," katanya.
Apalagi, kata Defy, berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sebanyak 3.830 yang terpapar Covid-19 terpantau masih berkeliaran di mal. Hal itu diketahui dari hasil pemantauan aplikasi PeduliLindungi. "Banyangin 3.000 lebih orang positif jalan-jalan ke mal. Aplikasi PeduliLindungi ini tidak bisa mencegah orang yang positif Covid masuk ke mal," katanya.
"Ingat bahwa pandemi ini belum benar-benar berakhir. Memang angkanya mereda dan kita harapkan terus menurun, tapi bukan berarti sudah hilang sehingga perlu bagi kita untuk tetap waspada. Mari lindungi anak-anak kita dari bahaya Covid-19," katanya.
Apalagi, kata Defy, berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sebanyak 3.830 yang terpapar Covid-19 terpantau masih berkeliaran di mal. Hal itu diketahui dari hasil pemantauan aplikasi PeduliLindungi. "Banyangin 3.000 lebih orang positif jalan-jalan ke mal. Aplikasi PeduliLindungi ini tidak bisa mencegah orang yang positif Covid masuk ke mal," katanya.
(cip)
Lihat Juga :