Teror Diskusi FH UGM Dinilai Bentuk Persekusi Kebebasan Berpendapat
Senin, 01 Juni 2020 - 10:33 WIB
loading...
A
A
A
Praktik koersif tersebut dinilai telah bertentangan dengan asas demokrasi. Demikian juga ketakutan tidak berdasar terkait makar terhadap pemerintahan yang berkuasa, tidak sepatutnya menjadi pembenaran praktik pembungkaman tersebut.
Sebagai informasi, diskusi yang diselenggarakan Constitutional Law Society (CLS) FH UGM itu sempat menuai polemik lantaran terkait dengan tema yang diusung.
Awalnya diskusi ini bertajuk "Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan". Kemudian, diubah menjadi "Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan".
Diskusi dan Silaturahmi Bersama Negarawan (DILAWAN) itu rencananya dihelat secara virtual pada Jumat 29 Mei 2020. Alih-alih terlaksana, kegiatan itu justru dibatalkan karena muncul berbagai teror dan intimidasi kepada panitia penyelenggara serta narasumber.
Sebagai informasi, diskusi yang diselenggarakan Constitutional Law Society (CLS) FH UGM itu sempat menuai polemik lantaran terkait dengan tema yang diusung.
Awalnya diskusi ini bertajuk "Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan". Kemudian, diubah menjadi "Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan".
Diskusi dan Silaturahmi Bersama Negarawan (DILAWAN) itu rencananya dihelat secara virtual pada Jumat 29 Mei 2020. Alih-alih terlaksana, kegiatan itu justru dibatalkan karena muncul berbagai teror dan intimidasi kepada panitia penyelenggara serta narasumber.
(dam)
Lihat Juga :