Penjelasan Mantan Kabais Usulkan Pembubaran Bakamla Jadi Coast Guard
Sabtu, 18 September 2021 - 08:09 WIB
loading...
Mantan Kabais, Soleman B Punto menyebutkan, kompetensi Bakamla tak jelas. Ia juga menengarai Bakamla berbohong ribuan kapal asing masuki perairan Natuna Utara. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais), Soleman B Punto menyebutkan, kompetensi Badan Keamanan Laut ( Bakamla ) tidak jelas. Ia juga menengarai Bakamla berbohong terkait ribuan kapal asing masuki perairan Natuna Utara.
Baca juga: Bakamla Tangkap Kapal Malaysia di Perairan Barat Daya Karimun
" Bakamla bukan penyidik kok bisa dia ribut-ribut di situ. Jadi Bakamla itu tidak ada tempat di laut Indonesia, jadi trouble maker dia itu. Sekarang kan orang ribut gara-gara Bakamla. Kompetensinya tidak jelas. Kompetensi militer tidak, kompetensi penegakan hukum juga tidak," kata Soleman kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (17/9/2021).
Baca juga: Rugikan Negara Rp63,8 Miliar, Eks Pejabat Bakamla Dituntut 4 Tahun Penjara
"Bakamla itu militer bukan, sipil bukan, lalu apa? Trouble maker. Kalau di laut itu kan UU Nomor 6 Tahun 1996 menyatakan di laut itu adalah ancaman militer, ancaman terhadap kedaulatan dan ancaman pelanggaran hukum. Ancaman kedaulatan TNI AL, pelanggaran hukum berarti kita bicara tentang penegakan hukum di mana di situ bermain adalah penyidik," jelasnya.
Baca juga: Bakamla Tangkap Kapal Malaysia di Perairan Barat Daya Karimun
" Bakamla bukan penyidik kok bisa dia ribut-ribut di situ. Jadi Bakamla itu tidak ada tempat di laut Indonesia, jadi trouble maker dia itu. Sekarang kan orang ribut gara-gara Bakamla. Kompetensinya tidak jelas. Kompetensi militer tidak, kompetensi penegakan hukum juga tidak," kata Soleman kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (17/9/2021).
Baca juga: Rugikan Negara Rp63,8 Miliar, Eks Pejabat Bakamla Dituntut 4 Tahun Penjara
"Bakamla itu militer bukan, sipil bukan, lalu apa? Trouble maker. Kalau di laut itu kan UU Nomor 6 Tahun 1996 menyatakan di laut itu adalah ancaman militer, ancaman terhadap kedaulatan dan ancaman pelanggaran hukum. Ancaman kedaulatan TNI AL, pelanggaran hukum berarti kita bicara tentang penegakan hukum di mana di situ bermain adalah penyidik," jelasnya.
Lihat Juga :