Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan Prajurit Jadi Tantangan Panglima TNI Baru
Kamis, 16 September 2021 - 17:43 WIB
loading...
A
A
A
"Banyak kasus lah di mana-mana, terakhir itu kalau tidak salah penyerangan kepolisian, Polsek Ciracas kemudian melibatkan banyak prajurit dan lain sebagainya. Itu perkelahian yang harus dihindari dan ini harus menjadi fokus Panglima TNI ke depan, eliminasi sekecil mungkin, supaya kasus kasus indisipliner itu tidak terulang kembali. Termasuk prajurit yang terlibat dalam kasus narkoba, pemerkosaan, pedofil, ini tidak boleh terjadi prajurit, itu yang ketiga," imbuhnya.
Keempat, TB menambahkan, bagaimanapun juga The Man Behind The Gun atau prajuritlah yang harus diutamakan di belakang senjata. Hal yang juga harus mendapatkan perhatian adalah meningkatkan kesejahteraan. Hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian kesejahteraan adalah asupan. Menurut dia, jumlah asupan kalorinua paling tidak 3.800 sampai 4.000 kalori/prajurit, sehingga uang lauk pauk harus ditingkatkan, dari sekarang misalnya Rp65.000 mungkin menjadi Rp100.000 per hari. "Jadi kira-kira 3 juta per bulan untuk prajurit supaya mereka berlatih menjadi prajurit yang profesional dan baik," tuturnya.
TB menambahkan, begitu juga dengan kesehatan, juga pendidikan anak-anaknya. Faktanya, prajurit setingkat kopral itu berat sekali untuk menyekolahkan anaknya sampai di tingkat SMA, sehingga ini perlu pemikiran ada SMA-SMA di bawah TNI yang kemudian memberikan pendidikn gratis atau dengan biaya yang semurah mungkin sehingga putra-putrinya bisa masuk ke sekolah setidaknya setingkat SMA. "Kalau Panglima TNI ke depan itu bisa melaksanakan ini, maka Insyaallah nanti kita menghasilkan prajurit yang benar-benar profesional dan sesuai dengan undang-undang prajurit nasional yang tidak berpolitik," tandasnya.
Keempat, TB menambahkan, bagaimanapun juga The Man Behind The Gun atau prajuritlah yang harus diutamakan di belakang senjata. Hal yang juga harus mendapatkan perhatian adalah meningkatkan kesejahteraan. Hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian kesejahteraan adalah asupan. Menurut dia, jumlah asupan kalorinua paling tidak 3.800 sampai 4.000 kalori/prajurit, sehingga uang lauk pauk harus ditingkatkan, dari sekarang misalnya Rp65.000 mungkin menjadi Rp100.000 per hari. "Jadi kira-kira 3 juta per bulan untuk prajurit supaya mereka berlatih menjadi prajurit yang profesional dan baik," tuturnya.
TB menambahkan, begitu juga dengan kesehatan, juga pendidikan anak-anaknya. Faktanya, prajurit setingkat kopral itu berat sekali untuk menyekolahkan anaknya sampai di tingkat SMA, sehingga ini perlu pemikiran ada SMA-SMA di bawah TNI yang kemudian memberikan pendidikn gratis atau dengan biaya yang semurah mungkin sehingga putra-putrinya bisa masuk ke sekolah setidaknya setingkat SMA. "Kalau Panglima TNI ke depan itu bisa melaksanakan ini, maka Insyaallah nanti kita menghasilkan prajurit yang benar-benar profesional dan sesuai dengan undang-undang prajurit nasional yang tidak berpolitik," tandasnya.
(cip)
Lihat Juga :